Sepotong Sajak


Di langit sudah kutuliskan semua rasa kagumku yang untuk kamu. Bersama mentari siang dia akan membentang– bersama angin dia akan terbang melayang– bersatu menjadi satu membentuk awan kelabu– lalu jatuh luruh bersama hujan, yang akan selalu menjagamu dalam kebasahan.

Padamu cinta menjadi seperti pohon liar yang selalu menggugurkan daun-daun rindu. Sementara, akulah tukang kebunnya– meski lelah oleh ulahmu, tapi aku enggan menebangmu.

Pada rumput ada embun-embun larut. Pada bunga ada indah warna-warna. Pada pohon ada teduh penghapus peluh. Pada kamu ada semua– si taman, labuhan semua ketakjub’an.

Ada terang benderang pada siang. Ada kemilau jingga pada senja. Ada lambai temaram pada gelam malam. Dan pada hangat pagi, ada kamu yang selalu duduk manis di sini– di dalam hati.

Sepagi-pagi kutitipkan rindu dari puncak Rinjani. Agar ketika angin luruh, rindu yang untukmu menyentuh utuh.

Semalaman kupandangi kolam di depan penginapan. Ada bayangmu, tampak jelas di permukaan air itu. Padahal semua orang berkata : tak ada yang bisa membayang disana– kecuali sinaran bulat purnama.

Pagi di senyummu mataharinya tak pernah menyilaukan, langitnya lebih biru, embunnya berkilauan, dan tak pernah rela untuk ditinggalkan.

Di puncak melati anganku mengecil menyerupa embun warna-warni. Melantunkan puisi tentang indah-indah awal hari. Bersama hati jadi satu– merayakan ingatanku yang ratunya tak lain adalah : kamu.

Pada suatu ketika yang di dalamnya ada kamu duduk diam diantara ajaib semesta, bersimbah bunga memaparkan wewangian surga, ada ingin untuk dapat memperlambat waktu– agar aku bisa lebih lama diam-diam memandangimu.

Embun pagi yang memeluk kaca-kaca jendelamu berjatuhan kala mata belum terbuka satu-satu. Tetap tak berdaya meski mereka mendahuluimu, karena dia tetap tak seindah kamu.

Alasan cepatku membuka mata adalah karena inginku cepat bertemu denganmu. Karena denganmu bersua adalah cara TUHAN, memberi tahuku letak surga kecil dibumi berada.

Selalu menyenangkan melihat cara langit membentang biru tiada tepi. Sama menyenangkannya bisa menyapamu setiap pagi.

Mulanya barisan kuncup aster lily itu tak begitu istimewa. Sampai kamu datang dan menyapa mereka. Setelahnya, kuncup itu karenamu mekar sempurna.

Ada indah yang tak terbantah ketika mentari yg malu-malu mulai menyapa pagi. Ada pelengkap yang mmbuat pagi tak jemu ditunggu, dan kusebut itu : kamu

Ada percuma kala kenari coba menari diranting-ranting kecapi, karena dia tak lebih indah dari kamu yang anggun disegala hari.

Jika di pagi-pagi aku yang telah pilu karena rindu, biarkan kamu yang jauh dari angkuh — selalu kuingat utuh sepenuh.

Jika kamu sebutir embun yang tertetes dipucuk daun. Ijinkan aku menjadi sinar mentari, mengindahkanmu diwaktu yang akrab kita sapa : pagi

Pada satu ketika, menjadi detik dan waktu dibalik kaca mungkin bisa. Agar kita punya ruang untuk saling brcerita : cerita tentang kita, misalnya.

Manakala jemari menari, merangkai huruf kecil menjadi puisi, jika bukan kamu ygan jadi pena, untuk apa semua kata dicipta?

Mereka bilang terlalu mudah kurangkai tulisan, membentuk roman picisan. Namun, taukah kamu: aksaraku luluh di senyum dan di matamu.

Pagi ini, mentari lesu seperti gebu-gebu pilu, entah kenapa: mungkin karena kamu sedang cantik-cantiknya

Kamu pagi teduh, di bawahmu kusembunyi dari riuh gemuruh. Di dalammu ada banyak nyaman, melahirkan ratusan kekaguman.

Pada batas malam yang akrab kita sapa pagi, terbentang sadar bahwa kamu sama indahnya di nyata pun di mimpi.

Pagi. Padamu gemuruh riuh kekicauan menggaduh. Padamu, gemintang terang menghapus petang. Padamu, rindu-rindu saling mengadu.

Pada ruas-ruas diamku, kusematkan rindu untukmu. Agar kala ruas terbuka, kamu tau : ada cinta yang tertebar sudah sejak lama.

Aku ingin mencintamu lirih : seperti padi yang tumbuh tanpa gaduh, seperti wangi yang sembunyi di balik gagahnya tirani.

Bagi semut, sekotak roti isi gula adalah surga bagi mereka. Bagiku, kamu dan semua tentangmu semacam surga yang boleh kurasa tanpa harus mati lebih dulu.

Sinaran pagi yang membersit dari balik dahan-dahan turi, membuat tiap mata tak rela jika siang datang menjelang. Andai-andai itu kamu : Entah kamu jadi sinaran pagi atakah dahan-dahan turi, satu yang jelas tak rela kamu pergi adalah matahati.

Hujan pagi ini mengingatkanku akan kamu. Dia jatuh luruh dari langit ke bumi tanpa ragu tanpa pikir nanti-nanti. Seperti deras jatuhku dalam parasmu, dalam langkahanmu, dalam pesonamu, dalam diammu, dalam tawamu, dalam dalam semua tentangmu.

Ada debar yang terus luruh bergetar, menyaksi tatapmu yang teduh menyentuh. Seperti tirai samar di rimbun cemara, selembut mentari yang hangat menyinar di depan beranda.

Aku punya beberapa rindu yang lucu-lucu. Bagaimana kalau sebagian buat aku, sebagian lagi buat kamu? Siapa tahu diam-diam sebenarnya mereka ingin saling bertemu.

Pada suatu ketika, aku ingin menjadi payung kala sedihmu mulai memendung. Kala ceriamu membahana, aku ingin menjadi bianglala, agar langimu pun turut merayakannya.

Seperti peri yang gemulai, kamu menari-nari di atas pasir pantai. Diantara derai ombak bercahayakan rinai pagi, basah kakimu menapakkan embun : berwarna mimpi.

Tentang hari, kamulah senin : hari pertama, sinar cerah, semangat baru. Dan takkan pernah ada kesenangan-kesenangan sabtu, yang tanpa melalui kamu.

Tentang matahari kamulah cahayanya. Pada paparan sinarnya, kepompong bermetafora. Pada paparan sinarnya, pelangi memamerkan warna-warna. Pada paparan sinarnya, aku lunglai tak berdaya — terpesona.

Selamat pagi, Pagi. Nama yang kelak boleh kuberi. Jika untuk bersamamu harus kutenun waktu, akan kutenun hingga meretas ambang batas, karena kamu satu dari alasan-alasanku mengapa harus bernafas.

Seperti hanya ketika kamu ada disebelahku, kala itu eden penuh wewangian seketika mudah aku angankan. Seketika kala aku hanya sendiri dalam sunyi, bahkan hanya membayang indah violeh ungu — aku tidak mampu.

Kamu yang membuat cahaya menyilaukan menjadi teduh di tatapan. Kamu yang membuat bingar hingar, menjadi lentik di dengar. Jika aku kelabu, pasti kamu yang mampu merubahku menjadi terang biru, karena memang kamulah : Amazing You.

Serumpun kunang melukis kabut malang, hingga lunglai lemah duduk bersimbah lelah. Aku bisa bilang apa? Karena itulah cara mereka. Dan manis sajak-sajak berbaris, adalah carau mengobat rindu : padamu si langit biru.

Apakah kamu tahu, dalam diamku ada kamu menari-nari di anganku? Itu sama seperti butir gula pasir, yang hadir memaniskan teh dalam cangkir. Seperti tiba-tiba purnama kala aku merindukan kilau cahaya.

Taman yang berisikan keindahan adalah yang diterangi lampu-lampu temaram kala malam, ditumbuhi bunga menebar warna-warni, dan yang dibangkunya : ada kamu sedang duduk secantik-cantiknya.

Jadilah debar kala aku gemetar, jadi sunyi saat aku ingin menyepi, terbang melayang ketika aku rindukan bintang. Dan jika aku seekor kepompong, jadilah padamu dahan — supaya dibalikmu yang teduh, aku nyaman bertahan.

Hamparan awan putih yang menggaris langit biru, yang sejak dulu menghias tiap-tiap hari baru. Kali ini seperti halnya seorang yang larut dalam cemburu, dia sudah susah kutemu : karena daripada aku menungguinya, aku lebih suka memikirkanmu.

Pada langit hatimu yang luas tak terbatas, yang biru terbentang sepanjang mata mata memandang. Aku ingin menjadi burung : yang terus bebas terbang dan bukan pulang kembali ke sarang, yang akan terus menjadi saksi bagi indah langit hati hari lepas hari.

Entah apa yang tiap hari semesta sematkan pada dirimu — Hanya yang aku tau adalah lautku terdiam pada hamparan senyummu, dan langitku terbenam dalam kelopak mata-matamu.

Seperti halnya rusa yang hidup karena padang sabana. Seperti halnya kupukupu yang riuh rendah karena lembayung merekah. Seperti hal-hal itu barisan kata ini dicipta, yang hanya akan mati tak berguna tanpa kamu tinggal di dalamnya.

Ada iri, saat bulan sembunyi dipeluk pagi yang bermahkota cantik mentari. Ada iri, saat kecapi dipetik lentik, berdentang menarikan alang-alang. Ada iri, saat mereka bisa bernafas biasa saja kala senyummu menyapa, padahal karenanya aku berdebar dari mata sampai ke dalaman dada.

Pada malam-malam ribuan bintang menerang hitamnya kelam, menyinar pertiwi dengan kerlip cantik yang menari-nari. Terkadang aku membayang, sesekali bintang mendongak ke bumi, dan dari langit hanya kamu yang dapat mereka pandang, karena kamu wanita yang paling terang.

Pagi ini langit murung tertutup awan mendung, yang kelabu seperti degub-degub pilu. Sapa kagum yang biasa dibawa oleh hngat cahayanya, sekarang merayap bersama semilir angin mendayu, yang menyentuh ranum-ranum pipimu.

Seperti halnya lembar-lembar sajak, membacamu hanya akan berakibat tak dapat berhentinya bibir berdecak. Seperti halnya bait-bait puisi, membacamu hanya akan membuat tak dapat berhentinya bibir memuji.

Aku, rasanya aku ingin menjadi air, menguap ke langit menjadi kumpulan air sebutir demi sebutir. Kemudian meleleh menjadi hujan, membasah setiap bagian. Dan saat kamu membuka mata setelah bersyukur dalam doa, menyapaku yang sudah lebih dulu memeluk kaca-kaca jendela.

Cahaya pagi telah membinar seri, bait-bait semesta mulai membentang lalu-lalang. Sepasang angsa yang berenang riang sedang kau pandang, sebenar-benarnya merekapun mengamatimu yang punya sepasang mata : se-elok itu.

Seperti pagi yang selalu menapakkan seri, semacam rencana yang sebagaimana harusnya. Tapi kamu? Kamu bukan sebuah perencanaan, kamu adalah kejutan : kejutan yang membahagiakan.

Semalaman dalam ketetapan bulan. Hanya merindu tanpa dapat bertemu. Hanya mendamba tanpa bisa ber-adu dada.

Pada bulan yang membinarkan rupa jutaan pesona, akan kulantunkan sajak tentang dirimu: tentang perasaanku!

Bersamamu aku ingin terbang. Terus melayang. Dan tak kenal waktu pulang.

Sudah kubuat sajak buatmu besok pagi. Sekarang nyenyaklah, akan kubuat kau merasai denyut surgawi, tanpa harus bertemu mati.

Seperti kerlip kunang menerang padang ilalang, menyinar sendu yang membentang rindu-rindu.

Pada ruas-ruas diamku, kusematkan rindu untukmu. Agar kala ruas terbuka, kamu tau : ada cinta yang tertebar sejak lama.

Aku terpaku dalam diamku. Dan dalam rintikan hujan sendu, aku terguyur bulir-bulir rindu.

Pada debar pilu yang menggelegar, ada rindu yang terus menyambar. Bercelotehlah : agar gelisahku hilang punah

Pada pucuk-pucuk daun randu, ada ulat yang riang mengadu rindu. Dan hey, kamu : tak irikah dirimu?

Ingat akan tentang-tentangmu seolah mencium aroma sorga ungu, tanpa harus mati terlebih dahulu.

Aku kupu-kupu patah sayap. Tunggumu di ujung senyap yang membuatku rela merayap.

Aku kuncup-kuncup rindu. Siramlah agar aku tidak patah. Tidak lalu layu oleh hening-hening diam mu.

Pada hujan kutitipkan, rindu dalam jumlah ribuan. Biar dia sampaikan padamu, melalui rintik-bulir satu demi satu.

Senja jingga nuansa ranum, mendandanimu dengan bedak berwarna kagum.

Pagi di senyummu mataharinya tidak menyilaukan, burungnya riuh berkicauan, nuansananya berwarna keindahan.

Untuk apa di hadapku tersaji jajaran bianglala, jika kamu sudah bisa membuat hariku makin berwarna-warna.

Ketika kamu menutup mata dan larut dalam doa, ijinkan aku berteduh di dalamnya. Supaya oleh pesonamu, aku terlindung dari deru-deru pilu.

Bahagia itu tidak rumit-rumit amat kok. Seperti ada kamu dipikiranku tiap-tiap pagi, misalnya.

Senja, hari ini dirimu begitu ranum, semburat sejuk mendecak kagum, menjadi latar, pada hati yg berdebar.

Hanya pada langit bintang berpijak, lantas haruskah ia kemudian beranjak, jika langit tak lagi berkehendak?

Seandainya aku hamparan pasir, berpijaklah. Akan kupinta karang menutupku agar ombak tak lalu menghapus tiap pijak langkahmu

Seperti nyiur menari anggun dibawah nyala luna. Seperti itu kala cinta saling menyapa, yg tanpa pura-pura.

Panjang merentang, barisan huruf berpijak merangkai sajak. Hai kamu, yang adalah tanda baca, lengkapkanlah supaya genap ini semua.

Dalam detak waktu inginku mnjadi kupukupu, menemani indah kerlip matamu, yang diam-diam mengamatiku dari balik tirai jendela peraduanmu.

Jika cintaku boleh diam dilangit-langit matamu. Biarlah kelak ada bintang-bintang yang jatuh dihamparan cantik pipi-pipimu.

Kamu dengan pagi itu sama. Sama-sama indah dan sama-sama belum bisa kusentuh.

Biarkan air hujan menghapus namamu yg kutulis di lenganku. Tapi kamu dan keseluruhanmu lebih dulu menyelinap di rongga-rongga otakku.

Kamu diam, aku diam. Tapi dalam diamku sejujurnya diam-diam aku inginkan kamu.

Kalau pun orang bilang mencinta mu itu adalah kebodohan. Akupun tak kan pernah mau diajari olehnya supaya jadi pintar.

Kamu tau, buatku untuk apalagi mimpi-mimpi indah malam hari. Jika aku milikmu dan seutuhnya kamu milikku.

Dia tidak sesederhana kata, dan bukan serumit bahasa. Dia ingin dianggap ada, dia ingin menyatukan dua. Dia itu cinta

Jika kebahagiaan adalah sebuah tujuan. Maka cintamu akan menjadi peta yang akan menuntunku untuk menuju sana.

If you my sun, if you my moon, if you my … my … my … Yes, just if … if … if …

Apabila boleh, maka cinta yang untuk kamu kuberikan sehari lebih lama dari yang orang-orang sebut selamanya. Ya.. itu saja cukup.

Matahari kembali menepati kepastiannya untuk terbenam senja ini. Seperti perasaan yang mempunyai kepastian untuk siapa rasa itu diberikan.

Hari ini terang ada, tapi Matahari tidak sekejappun bertatap bumi. Seperti dua cinta yg saling mencinta namun jarang berjumpa.

Hari ini Matahari sinarnya hanya timbul tenggalam dibalik awan yg nampak menghitam. Seperti cinta yg sudah pasti ada tapi ragu untuk mengatakannya.

Matahari hari ini bersinar dengan gagahnya, dan Bumi pun memanas karenanya. Seperti rasa yang memberi seribu cinta dan dibalas dengan seribu cinta yg sama.

Hari ini Matahari tidak menunjukkan teriknya tetapi tetap bersinar. Seperti dua pribadi, yang satu sudah pasti cinta yang satu belum, tetapi tidak mau kehilangan.

Hari ini Matahari tetap bersinar namun bersembunyi di balik gemuruhnya langit. Seperti cinta yang tetap ada, meski orang-orang pun mau berkata apa.

Entah kenapa hari ini Matahari tetap bersinar sebagaimana biasanya, meski ada saja yang mengeluh karenanya. Seperti seorang yg berulang dilarang tp tetap dengan perasaannya. Karna seperti itulah cinta, tak tau ujung pangkalnya dan entah kenapa.

Hari ini tanpa ada paksa Matahari dari pagi hingga senja mempercahayai dunia dengan setia. Seperti hati yang sudah terikat kemudian tercebur kedalam sejuta goda, tetapi tidak lalu larut di dalamnya. Dialah setia.

Hari ini meski turun Rintik Hujan tetapi Matahari tetap bersinar seraya tak takut basah. Seperti dua cinta yang diragukan untuk terus ada, tetapi mereka seperti masa, seperti kala, seperti rasa, yang akan terus dan terus ada.

Hari ini Matahari sama seperti matahari-matahari yang sudah ada, dia bundar, dia besar, dan dia tetap tau untuk siapa dia bersinar.
Sama seperti rasa dalam perasaan yang sudah tau betul harus bagaimana kepada dia, agar dia tau apa yang sedang perasaan rasakan.

Hari ini Matahari terik dengan gagahnya tetapi drastis bisu karna hujan tiba. Sama seperti hati dengan sejuta rasa tetapi sontak tawar
ketika dia bilang kali ini mungkin belum saatnya.

Hari ini sama sekali Matahari tidak menatap Bumi, tapi sinarnya masih jelas ada dan terasa. Sama seperti perasaan hati yang mungkin tidak selalu diucap dengan kata, namun rasa dan kadarnya tetap sama tetap ada.

Meski Matahari tetap bersinar namun hari ini dia dipaksa bungkam oleh deru hujan yang menghujam. Seperti hati yang begitu sarat dengan rasa, tapi dipaksa diam karena keadaan yang harus dia lihat di depan matanya.

Hari ini hujan deras bertubi membasah bumi, sebelum Matahari merengkuh pagi hari. Seperti rasa yang dipaksa diam berhenti, sebelum dia bergerak mengucap pinta hati.

Jika kebahagiaan adalah sebuah tujuan. Maka cintamu akan menjadi peta yang akan menuntunku untuk menuju sana.

Biarkan saja orang-orang berkata tentang kesendirianku, kenapa bisa begitu sebab mereka tidak melihat keberadaanmu, karena sebenarnya kamu ada dan bersembunyi di daLam hati dan pikiranku

kaLau boLeh memiLih maka : “Menuju ke tempat di mana pun adanya dirimu” adaLah saLah satu piLihan utama tujuan Langkah Kakiku..!!

Bukti kehebatan TUHAN daLam haL meLukis yang pertama adalah dengan berwarna-warninya Pelangi, dan yang kedua adalah dengan terciptanya dirimu yang begitu indah..!!🙂

 “Cinta itu butuh pengorbanan”, kaLau mau di teLisik dari faedahnya : Bila memang beneran CINTA, maka semua haL akan diLakukan & tidak akan biLang kaLau itu pengorbanan, karena hal-hal itu tuLus diLakukannya..!!

Biar orang bicara, tak layak sudah kau untuk dicinta..! Namun kehiLanganmu itu haL yang tak sanggup aku bisa..! Memang itu bodoh, tapi ituLah presentasi dari keinginan untuk setia..!

Kedekatan ikAtan ituLah intinya..!! MeksiPun jAuh, kaLau kita mAu untuk ter-ikat, mAka kedUAnya akan tERus bERusaha untUk saLing mEndEkat..!!🙂

Kamu Senyum, aku suka. Kamu Marah, aku juga suka. Karena buatku kamu ya kamu, bukan yang Lain🙂

Aku suka caramu menahanku ketika ku akan pergi jauh darimu, dan aku suka caramu membuatku cemburu agar kamu mendapat perhatian yang lebih dariku..!!🙂

AbadiLah kau adanya, seLaLu daLam hatiku, kar’na engkauLah satu yang terindah. Dan janganlah engkau ragu kepada diriku, karena setia buatku sama tinggi dengan harga diriku..!!

DirimuLah, satu yang terindah yang pernah kurasa..! Karena kamu apa adanya.

Rumus : jika KAMU = Matahari. Berarti hari ini aku bersemangat untuk meLaLuinya itu karenamu. Sebab oLeh MatahariLah aku bisa meLihat ke depan tanpa harus dibantu oLeh cahaya Lain..!!

Bukan karena Perupaanmu dan bukan karena good Looking-mu…..!!! tetapi karena begitu besar kasih sayang yang kamu beri untukku Lah… yang membuatku ingin berucap terus padamu bahwa “aku ingin seLaLu berada dan diam di dekatmu untuk menikmati keindahan yang Tuhan sempatkan terjadi daLam hidupku, dan itu adaLah KAMU..!!!”

saat ini kukatakan kepadamu : “aku ingin kamu mjd pendampingku nanti, yg selalu ada di setiap pagi ku membuka mata dan yg akan selalu membangunkanku berasama-sama dg sang fajar di pagi-pagi berikutnya..!”

biLa ‘ku ingat akan manisnya senyummu, maka ‘tak ‘kan habis waktu ‘ku untuk meLamunkanmu….!!!

kenapa seLaLu ungkapan rasa sayangku untukmu yang sering aku ucapkan..!! ya.. itu karena implementasian dari ottakku yang mempunyai anggapan bahwa Lebih baik mengungkapkan ucapan yang memberkati dan menyenangkan hati dari pada ucapan yang seLaLu mengutuk…!!!

jika menjadikanmu tamu istimewa dihatiku sama dengan tidak LuLus Ujian, maka aku tidak akan menuLis satu jawaban pun di Lembar Jawab ‘ku…!!! supaya aku tidak pernah LuLus Ujian, dan kamu akan terus menjadi tamu istimewa di hatiku..!!

karena kamuLah mata ketika aku merasa buta, kamuLah kekuatan ketika aku Lemah, dan kamuLah keheningan ketika aku ingin merenung…!!!!

PECINTA sejati adaLah dia…, yang tidak pernah menyia-nyiakan waktunya ketika dia harus mengatakan “Aku Mencitai mu”

bersukaLah jika seperti sungai kamu dicinta, karena cintanya itu akan terus mengaLir… dan menyedihkan memang kaLau kamu dicinta seperti bunga… karena cintanya hanya sebatas ketika ia mekar dan akan sirna ketika layu pun tiba..!!!

tak terasa semakin jauh kita tanamkan
sebuah kesejatian, hingga kita tak mampu menghadapi sebuah
perpisahan…!!!

pada hari kebingunganku itu ternyata yg aku rasakan adalah :
1. Ada yg berbeda pada dirimu
2. Tak ada jawaban ktika kutanyakan knp dg hatiku
3. Dan tnpa ada paksaan pun ternyata aku jatuh cinta pada mu..

mungkin takkan kutemukan Lagi cinta seperti kamu.. karena ku t’Lah terjatuh… ku t’Lah terbuai… ku t’Lah terLarut… daLam perangkap.. asmaramu…!!!!

meski keindahan ini tidak akan berjalan sempurna selamanya.. tetapi dirimu telah membuat hidupku lebih berarti.. saat ‘ku memilihmu…!

bahkan 24 jam dalam satu hari pun tdk akan cukup untuk membungkus keinginan ku untuk slalu bersama dengan dirimu.. ‘ku yakin.. dirimu pun pernah sepikir denganku.. mengharap agar waktu kebersamaan kita tidak pernah cepat berlalu..

benar apa katamu…! bahwa bagian terberat dalam mencintaimu adalah pergi dan atau kehilangan dirimu..

ingin rasanya melakukan hal kecil namun sarat makna untukmu yg jauh di sana.. agar dirimu dapat merasakan perhatianku meskipun diriku jauh sangat di sini..

jadiLah dirimu padaku 1 Lagi buah kebahagiaan, supaya pada saatnya nanti bukan Lagi 99 meLainkan genapLah sudah menjadi 100 kehahagiaanku…!!!

aku yang ingin menggendongmu ketika sendi-sendimu muLai terasa ngiLu….!!! dan ketika Langkahmu muLai Lemah, aku ingin seLaLu memapah…!!!!

dirimu memang bukan yg pertama, tetapi ketahuilah bahwasanya kamulah yg ter-indah..!

tutupLah matamu dan berikan kedua tanganmu untuk menapak di dadaku…., rasakan detakan yang akan semakin cepat berdetak ketika dirimu dan diriku semakin dekat terLetak..!!!!

dan ketika kamu tidur, aku ingin meLihatmu bernapas ketika kamu tertidur…! dan ketika kamu bermimpi,.. akupun ingin bermimpi bersama denganmu… sebab dimana kamu ada aku pun ingin di sana..!! supaya dengan yang aku Lakukan, kamu tau betapa sesungguhnya aku mencintaimu..!!!

karena dirimuLah yang menyingkirkan awan keLabu, dan membuat Biru kembaLi Langitku…!! dan dirimu pun adaLah si PeLangi itu, yang seLaLu meLengkung di kedua mataku…!!

dengan tanganku, akan kusingkirkan semua haL yang hendak menceLakaimu..!! dengan kemampuanku tak ‘kan kubiarkan cangkirmu kosong, karena aku yang akan seLaLu menjadi anggurmu..!! dan dengan keLemah Lembutanmu, dapat kupastikan bahwa kamuLah yang akan menjadi ibu dari anak-anakku…!!!

Pada satu titik tErtentu Aku mEnyadari bAhwa kAmuLah dEnyut daLam nAdiku…, dEtak untUk jAntuNgku.. dAn nyAwa bAgi hidUpku…!!!!

CINTA itu bukan perkara sEderhana… di daLamnya tidak cukup hanya sikap pErcaya, tapi harus ada pembuktian yang nyAta…!! maka dari itu, mEncintai bukanLah sikap yang hanya harus sAbar mEnanti.. kArena CINTA itu bUkan sEkedar pErtautan hAti…!!!!

bahkAn meSkipun dirimu ada di atas aWan yang tinggi, aku pErcaya aku akan dapat terbang menggapai awan itu dan duduk bersama-sama denganmu…, karena kamuLah yAng menginspirasiku…!!!

I don’t wish to be everything to everyone but I would like to be something to someone..!!

andai aku bisa……….. ya andai aku bisa, maka akan ku tuLis namamu pada setiap bintang di Langit, supaya orang semua tau bahwa kamu itu indah…!! dan biLa mereka tau bahwa akuLah yg menuLis itu, maka mereka pun tau kaLau ternyata kamu itu indah buatku…

‘ku merasa jadi istimewa ketika ‘ku menyadari bahwa kau membuat diriku begitu berarti..!

‘kau membuat ‘ku m’rasa hebat kar’na ketuLusan cintamu yg kau pahat.. daLam hidupku..!

when i’m lose of you……. i’ll gonna miss you…..!!!!

percuma saja orang menganggapku Luar biasa, kaLau dihatimu aku tidak mempunyai arti apa-apa…!!!!!

satU perbuatan baik yg kamu Lakukan, akan mampu menggantikan satU kerinduanmu padaku yg kamu rasakan..!

Aku menyayangimu bukan karena kamu sempurna, tetapi kenapa aku menyayangimu itu karena kamu mampu menyikapi ketidak sempurnaanku dengan sikapmu yang begitu sempurna..!!!!!

cinta adaLah caraku bercerita tentang dirimu, caraku percaya ketika kau jauh dariku, dan caraku tersenyum ketika memandang cantik wajahmu…!!!!!

karena kamu sayank padaku, karena itu aku yakin kamu hafaL Lagu yg ada daLam hatiku dan akan menyanyikannya ketika aku Lupa Liriknya..!

kaLau kamu tanyakan “apa sebenarnya yg membuatku meraSakan haL yg Luar biasa ktika memiLikimu…”, jawabannya akan sepikir jika km tanyakan apa yg dirasakan seorang fiLateLi ktika ia diberi hadiah 1 aLbum perangko bertahunkan 50-an.

cinta itu bukan sekedar menemukan orang yang mau diajak hidup bersama, tetapi menemukan orang yang tidak bisa hidup tanpa kita…!!!!

bukan kamu yg beruntUng karena aku mewarnai hidupmu.. Tetapi akuLah yg beruntUng karena diberi kesempatan untUk mengenaL dan memberi warna pada kehidupanmu…

andaikan.. aku punya sayap, ‘ku ‘kan terbang tinggi mengeLiLingi angkasa… aku akan datang kepadamu dan kuaajak ‘kau terbAng berSamaku.. meLihat indahnya dUnia….

ketika aku menemukanmu kemudian memilihmu dan kamu akhirnya menjadi milikku… saat itu juga aku sadar bahwa Tuhan teLah kehiLangan satu maLaikat indah-Nya dari sorga, untuk turun dan bersama-sama dengan aku…..

jika mencintaimu adaLah sebuah kejahatan… maka aku reLa untUk terUs meneRus dipEnjara..

dan Jika menyayangimu itu adaLah kesaLahan, maka aku tidak akan mau menjadi benar

karena kamuLah yang membirukan Langitku dan karena kamuLah si peLangi yang datang disetiap usai hujanku…..!!!!!

karena cinta bukan bUta, tapi karena cinta itu mau memahami..! itU knpa seLaLu ada warna dan rAsa, meSki harUs terPisah jauh sekaLi..!

kEnapa saMpai sEkarang raSa itu maSih teraSa.., itu krna kaSih sayank yg kamu beri bukan dg cara yg biaSa..

seandainya aku boLeh meminta, maka aku akan meminta supaya kamu menemaniku sampai terhentinya denyut di jantungku

meski kamu cerewat seLaLu, kadang kamu komentar ini itu, tapi kamu sangat perhatian dan selaLu ingatkan aku jangan Lupa makan..!! kadang aku bingung dengan haL itu, tapi tetep.. kamu So LOVABLE buat aku..🙂

seLama ini Prinsipku “Aku mau menunggu, tapi tidak pernah mau merengek”
tapi biLa ada suatu ketika kamu menemukan aku merengek kepadamu,
itu tandanya kamu teLah mampu meLuLuhkan aku..!!🙂

BoLehkah aku mati muda, dibaLut kain satin dan dibaringkan disebuah peti hampa, dihanyutkan kesungai dengan diiring kata-kata indah dari sebuah lagu cinta? Itu semua untuk menghapus rasa cemburuku ketika kamu ada dengannya..!!

Jika aku hanya sinar yang meLintas sekedip bagai kunang keciL, dan engkau adaLah burung dengan sayap besar yang akan menghempaskanku dengan sayapmu ke udara, aku rela meski kuterhempas semua, aku reLa..!!

Fakta tentang si GoLongan Darah A : Butuh waktu lama untuk mencintai, namun begitu suka dengan seseorang, dia akan mencintai sepenuh hatinya (wuuuuuss).
Pantesan aku heran dengan diriku, ternyata goLongan darahku adalah A.🙂

Cantik.., kemarin aku ke warnet, t’rus pas kutuLis “J O D O H K U” di GoogLe
dan kemudian kutekan Enter, eh.. keLuarnya namamu..!

KAMU = Semangatku..!!

1 Message darimu mengaLahkan 100 Coment di Update Status Facebookku,
daLam haL menyenangkan hatiku..!!

Ketikaku melamunkan Cantikmu, Senyummu, dan Indahmu, disana seperti ada sinar matahari pagi yangg menembus rindangnya pepohonan, seperti ada aliran sungai kecil yang bergemiricik ditengah hutan, dan seperti ada kupu-kupu yang menari-nari di dalam dadaku..!

CINTA itu ketika vanila berasa coklat, ketika Blueberry juga berasa coklat, jeruk nipis pun rasanya juga coklat..!! Bukan berarti Cinta itu = Coklat, tetapi karena Cinta semua rasa menjadi Sama..!

Bila kamu adalah kenangan biarlah kamu tenggelam dalam rindu dan malamku, bila kamu adalah benci biarlah musnah bersama hari esok yang membawa harap..!!

JikaLah kamu hanya kegeLisahan, maka menguapLah seiring teriknya matahari..!! Dan biLakah kamu adaLah keindahan, maka kekaLLah seperti Langit Biru yang berawan-awan putih..!!

Buatku, tanpamu sama dengan cinta tak ada artinya..! Dan mauku, jangan biarkan cinta ini terdiam.., lewat begitu saja..!

KamuLah tuLang dari tuLangku.., dan daGing dAri daGingku..!!

Hubungan yang diawali dengan paksaan maka hanya akan menghasilkan usia hubungan yang sangat singkat..!!

Mau dikatakan apa lagi untuk keiindahanmu yang memang sudah ada di depan mata, kecuali aku berkata “sungguh keindahan indahmu membuatku susah lupa”

Aku bingung tak bisa membaca hati ini, karena setiap ku sapa senyumnya damaikan hati..!!

Aku suka cara senyummu, seperti ketika ku menyapa dan senyum itu nampak dari padamu..!!

Ketika kekagumanku padamu hanya tersimpan dalam hatiku, ketika itu juga aku merasa hanya seperti kerang didalam botol kaca, dan tak berdaya apa-apa..!!

Saat kutemukan dirimu, tak kusangka begitu daLam rasamu yang tertinggal di daLamku..!!

Kenapa Tuhan membuat perbedaan jika pada ujungnya TUHANLAH yg kita semua sembah? Apa mungkin karena ituLah TUHAN menciptakan CINTA? ya.. pasti CintaLah jawabannya..!! Karena dengan cinta, kita bisa menjadi satu pikir, satu rasa, satu jiwa, dan satu nyawa..!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: