Berkomentar Secara Elegan


Mungkin sudah sejak dulu sudah marak atau memang sudah menjadi sebuah kebiasaan bahwa situs-situs online suka memberikan sebuah pertanyaan kepada para pembaca yang bertujuan untuk mengumpulkan opini-opini yang berbagai macam dari para pembacanya. Sebutlah situs online yang sering memberikan pertanyaan kepada para pembacanya dan merupakan salah satu situs online terbesar di dunia yaitu yahoo.com dan kalau di Indonesia sering saya sebut dengan nama Yahoo! Indonesia. Pada suatu kesempatan situs tersebut memberikan pertanyaan haruskah memberi uang kepada anak jalanan. Pada pertanyaan tersebut ditaruhlah sebuah ilustrasi gambar anak-anak jalanan dan pengemis. Pertanyaan ini lantas ditanggapi dengan berbagai opini oleh para pembacanya.

Ada beberapa komentar yang masuk akal, cenderung serius dan benar-benar menanggapi pertanyaan tanpa harus keluar konteks. Tapi tidak sedikit yang komentarnya melenceng dari konteks pertanyaan, bahkan kadang sampai geli saya membacanya. Yang ditanyakan adalah apakah perlu memberi uang kepada anak jalanan, tapi kemudian dari komentar-komentar pembaca lama-lama kok menjadi sebuah perdebatan soal agama. Kalau saya bilang orang-orang ini bodoh kesannya saya keterlaluan, tapi kalau didiamkan kok lama-lama menggelikan.

Oke, sebutlah kita beda keyakinan, cara beribadah kita berbeda, tapi saya yakin kita sama-sama diajarkan bahwa setiap perbuatan baik tidak pernah disalahkan oleh TUHAN. Memberi, apa salahnya kita memberi? Bukankah kita sering diajarkan, adalah lebih baik memberi dari pada meminta? Mereka, anak-anak jalanan itu, apakah yang terjadi kepada mereka itu adalah keinginan mereka? Kalau boleh memilih, yakin deh, mereka juga mau seperti kita: sekolah, jalan-jalan ke mal, atau liburan ke tempat-tempat wisata. Menurut saya, keadaanlah yang memaksa mereka untuk seperti itu. Bukannya tidak mau kerja, tapi coba lihat, syarat untuk menjadi penjaga toko minimal pendidikannya apa? Untuk menjadi pedagang asongan saja butuh modal yang tidak hanya seribu atau dua ribu. Mereka butuh makan, mereka butuh sabun dan penunjang lainnya untuk mandi, dan semua itu butuh biaya. Kita, kita yang mempunyai nasib lebih bagus dari mereka masih mau memperhitungkan untung-rugi untuk memberi? Kalau kita berkerinduan untuk memberi, ya memberilah, perkara digunakan untuk apa itu bukan urusan kita lagi, itu urusan mereka sama TUHAN. Karena niat kita adalah memeberi sebagian kelebihan kita untuk mencukupkan kekurangan mereka, siapa tahu kelak gantian kelebihan mereka yang mencukupkan kekurangan kita.

Gini lho.., saya rasa kita semua sama-sama diajarkan bahwa tugas kita hanyalah menyampaikan kabar baik, bukan menentukan dia salah dan kita yang benar. Karena belum tentu mereka yang salah, bahkan bisa jadi sebaliknya. Kabar baik yang kita sampaikan bukan sekedar ucapan, tapi bisa juga dengan perbuatan. Yang dikabarkan dengan perbuatan langsungm, itu justru lebih jelas.

Jadi kalau ada pertanyaan apakah anak jalanan harus diberi uang atau tidak, ya jangan lantas dikait-kaitkan dengan isu agama, elegan sedikit lah, jangan keluar konteks komentarnya, kasihan kalau nanti ditertawakan. Kemudian kepada yang berkomentar “Beri mereka pancingnya, jangan ikannya”, saya setuju dengan pepatah itu, tapi saya rasa kurang pas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena apa kurang pas? Ya karena kalau saya tanya balik, “Apa iya dari pada memberi uang saat itu lebih baik anda beri pekerjaan kepada mereka? Sedangkan syarat minimum penerimaan karayawan baru di perusahaan anda adalah lulusan SMA?”

Sebenarnya, di awal ini adalah sebuah komentar, tapi mari kita sama-sama pahami bahwa komentar adalah buah pikiran yang kita ucapkan tapi bisa dibaca dan dilihat wujudnya. Kalau kita mau sedikit berlelah-lelah untuk mikir, kita akan menyadari bahwa sebagian nilai diri kita dipengaruhi oleh perbuatan dan oleh apa yang kita ucapkan.

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: