Coba Pikir Lagi!!!


Tanpa sadar atau yang lebih akrab dibilang tidak sengaja, sering diutarakan ketika meminta maaf. Contohnya, “Saya ingin meminta maaf atas kesalahan yang tidak sengaja ataupun yang sengaja telah saya lakukan”. Kalau yang sengaja atau yang dengan sadar dilakukan sudah jelas kita yang salah dan wajib mengakui serta memperbaiki kesalahan. Tetapi yang tidak sengaja atau yang tanpa sadar itu yang kadang masih membuat kita mempertahankan diri untuk merasa benar padahal kita salah kaprah. Nah, sepeperti itu yang harusnya kita coba pikirkan kembali.

Sebagai contoh kasusnya adalah ketika ada penyeberang jalan yang entah sadar atau tanpa sadar nekat nyeberang langsung di jalan raya, sedangkan di ujung sana yang jaraknya tidak begitu jauh sudah ada jembatan penyeberangan yang dibangun dengan dana yang cukup besar. Karena pejalan kaki tadi nyeberang langsung dan kondisi jalanan masih ramai maka terjadilah kecelakaan, si pejalan kaki tertabrak mobil dan luka parah. Sekarang pertanyaannya adalah, “Yang harus disalahkan siapa?” Pasti banyak yang sepakat yang salah si pejalan kaki dong? Tapi kenyataannya adalah tetap si sopir mobil yang masih kerap disalahkan, dibilang ugal-ugalan lah, nyetir seenak udelnya lah, bahkan ada yang sampai dihajar. Masih lagi si pejalan kaki merasa dirinya pantas untuk mendapat ganti rugi, padahal jelas-jelas tanpa dia sadari dialah biang masalahnya, tapi anehnya lagi dia masih ngotot nyalahin. Kalau kita yang jadi penyeberangnya coba pikirkan lagi.

Oke, contoh berikutnya, perempuan yang kalau kerja atau bepergian memakai pakaian yang agak terbuka kemudian dia diperkosa. Mau alasan apapun yang bakal dipenjara pasti si pemerkosa, betuuul? (logat sunda). Padahal secara tanpa sadar si perempuan itu juga merupakan salah satu sumber masalahnya, Bang Napi aja bilang bahwa kejahatan bukan hanya karena ada niat si pelaku tetapi juga karena ada kesempatan. Karena si perempuan lagi pakai pakaian yang terbuka maka yang tadinya si pemerkosa tidak mikiri sampai kesitu jadi terpancing untuk melakukan itu, dan yang pasti dihajar oleh masa adalah si pemerkosa.

Contoh unik lainnya adalah ketika ada suatu kelompok yang tindakannya dianggap salah karena melenceng dari ajaran yang sesungguhnya, kita semua tahu bahwa kalau sudah melenceng itu pasti salah dan kalau salah sudah pasti dosa kalau sudah dosa hukumannya maut. Kalau kita sayang sama mereka ya kita sadarkan mereka baik-baik, kalau mereka ngeyel ya sudah biarkan saja yang penting kita sudah berusaha menyadarkan, bukan malah digebukin sampai mati. Kalau dia mati yang dosa sekarang siapa? Mau alesan pengin menegakkan kebenaran atau sejuta alasan lainnya tetep aja bagi yang percaya bahwa Tuhan itu ada yang namanya membunuh itu pasti dosa, dan yang awalnya yang akan dihukum maut karena berbuat dosa cuman satu jadi ada dua sekarang, nah.. kalau seperti ini pertanyaannya adalah “Yang bodoh siapa? Coba deh pikir lagi!!!”

Saya menyadari terkadang masih juga melakukan kesalahan yang secara tidak saya sadari sudah saya lakukan dan kadang sampai merugikan orang lain. Karena pelajaran yang paling dekat dengan kita adalah pengalaman yang sudah kita alami sebelumnya maka kejadian-kejadian yang kemarin sudah saya alami dan contoh-contoh yang sudah ada membuat saya merasa perlu membuka kesadaran dalam berencana, berpikir, dan bertindak. Hal yang tanpa sadar masih saya dan kita lakukan salah satunya adalah menyalahkan orang lain atau mengungkapkan hal yang sifatnya pribadi, terlepas itu sebuah kebenaran atau tidak, terlepas dalam kondisi tertekan atau tidak, terlepas dalam situasi emosional atau tidak, tetapi sekarang saya akan coba menyadarkan diri untuk lebih lagi mengontrol ucapan saya, karena apa? Karena menurut saya, saya juga mempunyai kesalahan. Perumapamaan yang melandasi keinginan saya untuk mencoba itu adalah “Siapa yang tidak mempunyai kesalahan barang satupun, maka dia yang pertama kali boleh melempar batu kepada si perempuan pelacur itu.” Saya bisa mengkritisi habis-habisan apa yang anda kerjakan, tetapi saya coba pikir lagi untuk mengkritiknya karena saya menyadari bahwa saya dulu juga tidak selalu sempurna dalam mengerjakannya.

GOD be with you!!!

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: