Ada Sebuah Sisi di Balik Sisi


Yang sebagian besar aktivitasnya di Jakarta bahkan mungkin tinggalnya malah di Jakarta atau di kota-kota besar lainnya apakah sampai sekarang masih marah-marah dan mengeluh kalau jalanan macet??? Apa tidak makin cape’ kalau tenaga yang sudah terkuras untuk mengemudi motor atau mobil harus ditambah untuk ngomel, marah, memaki-maki ketika jalanan macet??? Bisa jadi jawaban dari sebagian besar kita adalah “YA”. “Yaiyalah… siapa yang nggak jengkel kalau udah capek kerja, pengen cepet-cepet sampe’ rumah, t’rus harus menghadapi jalanan macet gak karuan?”
Adala lagi satunya nyeletuk dengan logat khasnya : “Emmmm.. gini mas, kalau elu pagi hari buru-buru berangkat ke kampus apa ke kantor gitu t’rus macet apa enggak jengkel? Apa enggak takut telat? Apa enggak semrawut di pikiran?” 

Heeeemmm… ya ya ya … Baikalah, cukup masuk akal sih alasannya. Tapi tunggu dulu. Itu alasan dari sisi satunya, dan masih ada satu sisi lagi yang belum dibahas. Sekarang yang ingin saya tanyakan asalnya dari sisi satunya, “Kalau udah cape’ seharian kerja t’rus pas macet malah ngomel-ngomel apa enggak tambah cape’? Kalau udah cape’ t’rus ngomel apa ujung-ujungnya enggak malah b’rantem sama pengemudi lainnya??” Kemudian untuk mas-mas yang kalau pagi  buru-buru, “Kalau udah tau jam b’rapa masuknya kan bisa b’rangkat agak pagian biar kalau pun macet enggak telat nyampek kantor atau kampus. Kalau enggak bisa bangun pagi kan ada jam alarm. Enggak punya jam alarm? Kan di Hand Phone juga ada.” Dan ini pertanyaan untuk semuanya, “Jalanan macet aja di Jakarta atau kota-kota besar banyak kecelakaan, apalagi kalau enggak macet? Bisa-bisa punah penduduk Jakarta atau kota-kota besar itu.”

Buat saudara-saudara yang Nasrani pasti pernah dong diajarkan soal upah dosa? Yups.. Upah dosa adalah maut. Sekarang kita bahas Jakarta saja dulu. Menurut KOMPAS.com angka kejahatan di Jakarta sampai dengan bulan Februari 2012 mencapai 4.750 kasus, ini sudah bukan belasan atau puluhan lagi, ini sudah ribuan kasus padahal baru berapa bulan masuk tahun 2012? Bayangkan saja, sadis enggak tuh?? Kalau kita berbicara soal dosa berarti hubungannya dengan TUHAN, jika upah dosa adalah maut berarti ada berbagai macam cara yang akan TUHAN lakukan kepada kita untuk memberikan upah atas dosa-dosa yang kita perbuat. Salah satunya bisa saja kecelakaan boleh terjadi kepada kita. Kalau hanya kecelakaan yang sedang atau yang kecil-kecil mungkin masih bisa disembuhkan dengan obat atau lainnya, tapi kalau kecelakaan itu mengakibatkan kematian apa tidak ngeri? Nah, sekarang jalanan macet saja kecelakaan kecil sampai sedang sudah banyak terjadi, bagaimana kalau jalanan lancar? Silahkan simpulkan sendiri jawabannya. Kalau macet jalannya kendaraan merayap, pelan-pelan, hati-hati, tapi coba lihat kalau sudah lolos dari kemacetan, semua kendaraan seraya berlomba cepet-cepetan. Kalau di sirkuit sekalian sih tidak jadi masalah, tapi ini kan di jalan raya yang penggunanya tidak sedikit.

Masih banyak permasalahan yang sering kita hanya memandang dari satu sisi saja, dari sisi enggak enaknya aja, padahal di sisi sebaliknya ada manfaat dan keuntungan yang sangat baik untuk kita. Banyak orang tua kita atau orang yang lebih tua dari kita menasehati kita bahwa dalam hidup itu ada hitam ada putih, ada baik ada jelek, ada manis ada pahit, ada ini ada juga itu, dan lain sebagainya. Nasehat itu mau mengarahkan kita bahwa baiknya kita itu tidak memandang atau menilai persoalan dari satu sisi saja, karena ada sisi satunya yang juga harus kita lihat, harus kita pertimbangkan, baru kemudian kita menyimpulkan. Bahkan disisi baik pun ada sisi buruk di sebaliknya. One more.. Orang yang sering beribadah saja belum tentu masuk surga, apalagi yang tidak pernah beribadah?? Itulah kenapa semua sisi harus kita lihat baru kita menyimpulkan.

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


2 responses to “Ada Sebuah Sisi di Balik Sisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: