Lebih Dari Sebuah Kalimat


Mungkin ketika masih kecil dulu kita banyak diberi petuah-petuah oleh orang tua. Bisa itu kalimat “jangan duduk di depan pintu”, atau “kalau makan jangan ada sisa”, dan masih banyak lagi. Sampai besar pun masih ada beberapa diantara kita yang tidak akan menghiraukan petuah tersebut. Ada beberapa hal yang membuatnya tidak menghiraukan hal-hal itu, bisa karena dia memang tidak mau tahu, bisa juga karena dia menganggap itu hanya sebuah mitos yang tidak harus dipercaya, dan yang paling banyak mungkin karena dia belum pernah membuktikan sendiri hasil dari petuah-petuah itu.

Baiklah, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar dari kita memang belum merasakan sendiri penyebab kenapa akhirnya petuah itu dibuat. Sebenarnya tidak hanya petuah, banyak kalimat-kalimat penyemangat juga kadang hanya dianggap sebatas kalimat. Itu terjadi karena memang banyak dari kita yang belum merasakan kejadian yang berhubungan dengan petuah itu. Terlepas dari teman-teman yang masih menganggap itu hanya sebuah kalimat, saya akan bilang banyak petuah dan kalimat penyemangat itu sebenarnya lebih dari sebuah kalimat. Kenapa saya bilang seperti itu? Ya karena saya sudah membuktikannya.

Orang bijak bilang “Everything is possible” dan kita bantah “masa’ siiiih??”. Mungkin untuk sekejap, kalimat “masa’ siiih??” itu menjadi sebuah refleksifitas yang sering kita lakukan. Tapi setelahnya mari kita sedikit telaah pelan-pelan biar pahamnya juga pelan-pelan sehingga tidak cepat lupa juga. Semua kemungkinan bisa terjadi, karena konsep kehidupan bukan kita yang buat. Itu sebabnya kenapa kita perlu telaah pelan-pelan. Maksud telaah pelan-pelan disini adalah kita menelaahnya seiring dengan berjalannya waktu, hari, dan kesempatan.

Waktu itu saya mengalami sebuah kekecewaan yang lumayan berat lah, karena saat itu tidak bisa ditempatkan di suatu tempat yang sangat saya inginkan kala itu, lebih tepatnya belum dapat ijin. Dan kemudian sebuah nasehat yang datang kepada saya seperti ini, “Sabar aja, mungkin belum rejekinya. Yakin deh, ada tempat yang lebih besar yang sudah menantimu. Sekarang tempat itu masih diisi orang, tapi beberapa waktu kemudian akan kosong dan kamu yang akan ditempatkan disana.” Untuk sekejap ya memang kalimat “masa’ siih??” muncul, tapi saya coba pelan-pelan menerima keputusan dan coba memahami kalimat-kalimat nasehat itu tadi. Dan memang pada akhirnya BENAR!!! Seiring berjalannya waktu dan hari berganti, pelan-pelan tapi pasti tugas-tugas saya selesai satu-satu. Contohnya, Revisi skripsi selesai, Ijazah keluar, dan tepat dua bulan setelahnya ada tiga tempat yang siap memberi saya kesempatan. Yang kalau waktu itu saya mengejar satu tempat, tapi kali ini saya tinggal pilih salah satu dan menolak dua. Pada saat hendak menolak itu saya hanya bisa senyum dan bergumam “AMAZING”, nasehat-nasehat kala itu memang Lebih Dari Sebuah Kalimat. Dan kemudian sekarang saya berpikir bahwa setiap petuah-petuah itu kalau bisa jangan dianggap sepele, dan kalimat-kalimat motivasi itu juga jangan dianggap sebuah hiburan. Karena apa? Ya karena semua yang di atas bumi dan di bawah kolong langit ada masanya dan ada waktunya. Dan pada waktu masanya tiba, kejadianlah yang akan memberi kita bukti dari semua petuah dan kalimat-kalimat nasehat itu tadi.

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: