LAKI Banget..!!


Suatu sore di sebuah kerumunan anak remaja yang beranjak muda terlihat sebuah percakapan yang cukup menarik. Nampak satu anak yang cukup mendominasi percakapn itu. “Liat ni, lidah gue baru gue piercing, sekalian kemaren gue bikin tato di leher bagian belakang. Sadisss..!! Laki banget gak sih gue?” Seloroh si anak yang medominasi percakapan tadi sambil menunjukkan tato dan piercing kebanggannya itu. Teman satunya tidak mau kalah, “Abangku perutnya bisa kotak-kotak, dia bisa angkat beban yang 50 kilo-an. Buatku itu baru laki banget!!” Sekejap setelahnya ada satu lagi temannya yang menimpali percakapan itu, “Ah elah, lu pade apa kagak pernah liat Bang Diman? Liat noh gayanye, kaya rocker, kuat maboknye, gue juga pernah denger ade yang bilang dia juga nyimeng. Itutuh baru laki banget..!!”

Okey.. Anggapan mereka sih enggak salah, tapi benar banget kayanya ya enggak juga. Karena menurutku deskripsi LAKI Banget itu tidak usah serumit itu. Kita tidak termasuk orang yang pintar tetapi kita rajin, dan saking rajinnya orang-orang tau bahwa si rajin itu namanya ini kan? Si rajin itu yang anak sana kan? Jadi kita punya sebuah identitas tersendiri yang memungkinkan orang mengenal kita cukup dari apa yang kita lakukan, selama itu kelakuan yang baik rasanya itulah yang layak dibilang laki banget. Tidak muluk-muluk lah, cukup dengan dia punya identitas (perbuatan) yang membuatnya bisa dikenal hanya dari identitasnya tanpa harus bertatap muka. Itu juga yang sedang dilakukan oleh si leher bertato, si piercing lidah, si perut kotak-kotak, si gaya rocker yang suka nyimeng, si penggila film horor, dan masih banyak lagi. Mereka sedang melakukan sesuatu yang bertujuan supaya mereka punya sebuah identitas dan orang bisa mengenalnya hanya dari identitas yang dibuatnya itu. Kalau si perut kotak-kotak sih mungkin masih layak ya dibilang laki banget, awalnya dia cuman tiru-tiru tapi oleh karena itu dia mau olehraga dan bisa kotak-kotak lah perutnya. Nah kalau gitu apa kabar dengan si piercing lidah sama si tukang nyimeng? Beruntung kalau alat yang dia pakai cocok dengan tubuhnya, lha kalau tidak cocok apa iya tidak malah sakit-sakit itu anak? Kalau gitu mau jadi laki banget dari mana? Sama seperti perempuan pun juga seperti itu. Tidak usah dia feminim bergaya layaknya sekretaris kantoran yang pakai rok agak mini dengan kemeja ketat biar dibilang cewek banget. Cukup dia tahu apa kelebihannya kemudian dikembangkan, dan dari situ dia bisa menciptakan sebuah identitasnya maka sudah cukup beralasan kenapa dia dibilang cewek banget.

Jadi ya seperti itulah. Buatku biar dibilang laki banget atau cewek banget ya tidak usah melakukan hal-hal rumit yang bisa jadi membahayakan diri kita sendiri. Karena pada dasarnya untuk memperoleh predikat laki banget atau cewek banget adalah menciptakan suatu identitas untuk diri kita sendiri. Nah.. cukup kita tahu apa kelebihan yang kita punya, kemudian kembangkan sampai pada akhirnya orang-orang tahu bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kelebihan yang kita punya. Tidak takut dirinya dibilang tidak macho itu saja bisa dibilang sikap yang macho banget. Karena di belakang sikap tidak takut dibilang tidak macho tadi kita punya sebuah kelakuan baik yang bisa kita jadikan identitas dan hal itu nantinya akan dijadikan contoh buat orang-orang yang kagum dan bangga bisa melalukan atau punya sikap seperti yang kita lakukan sekarang ini.🙂

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: