Kadang Hujan Turun Tanpa Harus Ada Mendung


Hampir semua hujan turun diawali oleh mendung, entah itu mendung yang hanya kelabu, atau mendung yang cukup pekat. Tapi kalau kita mau mengingat pasti kita akan teringat manakala ada hujan yang turun tapi waktu itu juga panas matahari masih terasa. Hal itu jarang sekali terjadi, tapi bukan tidak mungkin akan kita alami lagi beberapa waktu nanti.

Hujan turun tanpa harus ada mendung itu sama seperti percaya tanpa harus ada syarat. Itu juga hampir sama dengan suka tanpa harus ada karena. Kalau dasarnya kita sudah percaya tanpa harus ada syarat, ya mau dibujuk atau di provokasi seperti apapun kita akan tetap percaya, contohnya iman kita kepada Tuhan. Iman itu percaya yang tanpa syarat, mau dibujuk rayu pakai apapun, mau diancam dengan apapun, kalau dasarnya sudah percaya ya percaya aja. Sama seperti sewaktu ditanya “Eh, karena apa sih kok kamu tu sayang banget banget banget sama aku?” pasti kebanyakan jawabannya : “Ya sayang aja, emang sayang harus ada karenanya apa?” Tanpa kita sangkali pasti hal itu pernah kita alami. Lain halnya dengan kemungkinan yang awalnya tidak sayang tapi karena alasan tertentu dia jadi sayang. Hal itu sama seperti munculnya pelangi setelah hujan reda dan matahari langsung menunjukkan sinarnya. Yang tadinya jengkel karena hujan akhirnya berterima kasih karena jika tanpa hujan dari mana pelangi itu bisa ada.

Hujan turun tanpa harus ada mendung juga bisa digambarkan seperti masalah yang tiba-tiba ada dan terjadi pada kita. Tanpa kita duga, tanpa ada tanda-tanda, tau-tau jegeeerr begitu saja. Dan kita pasti hanya bisa pasrah, karena kita tidak siap. Mungkin sedari sekarang kita boleh mencoba untuk selalu menyiapkan planing tambahan. Planing tambahan itu mungkin tidak mutlak akan memperbaiki keadaan, tetapi setidaknya setelah masalah yang mendadak itu tadi terjadi tidak cuma pasrah yang kita punya. Kita memang perlu punya keyakinan bahwa kita kan punya Tuhan, jadi ya pasti kita akan dilindungi dari segala masalah. Well… iman memang perlu tapi logika juga penting, maka itulah ada tertulis “Berdoa dan berjaga-jagalah”. Kata berjaga-jagalah itu yang menjadi tugas kita, dan planing tambahan itu tadi bisa dibilang contoh konkritnya. Kenapa harus berjaga-jaga? Ya, kita memang harus berjaga-jaga karena hujan saja terkadang turun tanpa harus ada mendung. Itu artinya terkadang ada yang mau tidak mau harus kita alami, harus kita jalani, harus kita hadapi, tanpa ada kira-kira dan tanpa ada tanda-tanda.

TUHAN memberkati..!!

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: