Ada Pelangi Sehabis Hujan? Ah, Belum Tentu!


Ketika kita melihat atau mendengar kabar bahwa saudara kita sendiri atau teman yang sedang mengalami musibah, mengalami kegagalan dalam usahanya atau mereka mengalami kebangkrutan kemudian keadaannya menjadi down berat, maka sering kali kita mengatakan “Yang sabar ya, pasti ada pelangi sehabis hujan kok”. Kalimat itu memang cocok sih dengan keadaan yang sedang dia alami. Dan harapan kita, dengan kalimat itu mudah-mudahan yang sedang mendapat musibah atau masalah itu mempunyai keyakinan bahwa ada gantinya yang lebih bagus setelah masalah itu semua, atau ada keberhasilan yang lebih luar biasa setelah dia mampu melewati masalah itu dengan jiwa besar atau legowo.

Kalau kita lihat dalam konteks cuaca di kehidupan nyata ya memang benar bahwa pelangi itu muncul setelah hujan. Tapi, tetap ada tapinya, tidak selamanya pasti ada pelangi sehabis hujan. Karena apa? Karena pendukung untuk munculnya pelangi itu terkadang tidak ada atau memang sudah bukan waktunya untuk pelangi itu muncul di hadapan kita. Sekarang bagaimana mau nampak pelangi itu kalau matahari tidak ada? Karena sebenarnya pelangi adalah pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Jadi bagaimana pelangi mau nampak jika tidak ada matahari? Pelangi tidak akan nampak jika materi pendukungnya tidak ada. Itu yang pertama, nah yang kedua adalah bagaimana pelangi mau nampak setelah hujan jika kondisinya sekarang malam hari? Selain memang kondisinya gelap, matahari yang sebagai materi pendukungnya pun  juga tidak ada. Itulah kenapa jawabanku “Belum Tentu” ketika pernyataan “Ada Pelangi Sehabis Hujan” itu muncul.

Hal itu mungkin bisa diimplementasikan kedalam masalah yang dialami saudara atau teman kita tadi. Belum tentu ketika masalahnya selesai maka akan ada hal yang lebih luar biasa yang akan dia terima setelahnya. Karena jika dia bisa melewati masalahnya atau kegagalannya tetapi kemudian dia tidak mau melakukan kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang membuatnya layak mendapatkan keluarbiasaan apa iya dia mau diberi keluar biasaan itu? Hal-hal yang membuatnya layak itu bisa saja seperti dia memperbaiki kesalahan yang membuat usahanya bangrut. Bisa juga dengan merencanakan terobosan-terobosan baru yang mendukung agar perusahaannya mempunyai inovasi baru yang akan membuat perusahaannya tampil beda dan membuatnya lebih mudah dikenal orang dan investor-investor. tAtau bisa saja hal-hal positif lainnya yang pasti mempunya manfaat untuk orang lian. Tapi kalau kita hanya diam saja atau bahkan putus asa karena mendapat musibah atau kegagalan, ya bagaimana kedepannya kita layak mendapatkan keluar biasaan? Alih-alih minta dipulihkan, ditambah musibahnya iya malahan. Jadi ya memang belum tentu ada pelangi sehabis hujan itu, pelangi akan muncul jika materi pendukungnya ada. Sama halnya dengan masalah atau musibah yang kita alami, kalau kita mau melakukan hal yang positf yang mempunyai manfaat bagi orang lain pastinya kita dilayakkan untuk mendapat keluarbiasaan setelahnya. Tapi kalau hanya diam, putus asa, dan cuma pasrah, ya kalau jangan salahkan Tuhan manakala hidup kita tetap dalam keterpurukan. Akhirnya kembali ke kitanya, mau dipulihkan atau tetap dalam keterpurukan, kita sendiri yang menentukan.

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: