Tidak Hanya Kecerdasan, Tapi Juga Kepribadian


Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) mengadakan Lomba Blog dan Twit melalui Micrositenya. Lomba ini dimulai 28 November 2011 sampai 31 Desember 2011. Dalam lomba itu yang diperlombakan adalah apa yang kita lakukan untuk daerah yang kita wakili manakala kita menjadi Anggota DPD RI. Bisa membahas tentang memajukan wisata di daerah, promosi makanan daerah, kesehatan, pendidikan, macem-macem deh pokoknya, dan aku pun tertarik untuk mengikutinya. Dalam blog aku memaparkan jika aku menjadi anggota DPD RI maka aku akan mencoba mengajak masyarakat untuk melaukan sebuah tindakan dengan memilih cara berpikir mereka dulu, maksudnya sebelum mereka melakukan sebuah tindakan sebaiknya memilih dulu dengan cara pikir apa mereka hendak mengeksekusi tindakan itu. Misalnya, petugas keamanan tidak perlu sering melakukan penertiban, teguran, bahkan hukuman, karena masyarakatnya  sudah diberikan sosialisasi-sosialisasi langsung maupun melalui media masa tentang bagaimana harusnya bertindak dalam bermasyarakat. Dengan sosialisasi yang demikian maka cara berpikir masyarakatnya akan terbentuk dengan sendirinya, kalau dalam diri mereka sendiri sudah ada kesadaran maka tidak perlu buang-buang waktu untuk membuat mereka sadar. Kesadaran itu akan membawa mereka ke kebiasaan untuk mempreview dulu dampak yang akan mereka terima sebeum mereka melakukan suatu tindakan. Memanglah  sulit untuk direalisasikan, tapi pasti bisa.

Itu tadi yang kujabarkan dalam blog, dan yang kubahas di twiter adalah bagaimana pendidikan di suatu daerah harus dianggap penting. Karena dengan pendidikan yang benar maka daerah itu tidak akan mempermalukan daerahnya dengan tindakan-tindakan tidak sopan yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Nah, apa hubungannya tindakan sopan dan tidak sopan dengan pendidikan? Menurutku memang ada banget kok hubungannya, lihat saja anak yang sekolah dan yang tidak sekolah, amati bagaimana cara mereka berpakaian, bertutur kata, dan berperilaku sehari-hari. Bukan maksudku mendiskriminasi anak yang tidak sekolah, tapi terkadang memang itulah kenyataan yang ada di depan mata. Bahkan parahnya mereka pun akan berperilaku lebih dewasa dari umur mereka sendiri, maksudnya adalah kebiasaan-kebiasaanyang hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi sudah mereka lakukan sementara umurnya masih belum cukup. Tutur kata contohnya, kata-kata kotor yang bener-bener kotor banget, buat mereka itu hal yang wajar, karena hampir disetiap kesempatan mereka menggunakannya. Anak yang sekolahpun kadang juga ngeluarin kata-kata kotor, mereka suka tawuran, mereka suka bolos, dan masih banyak kelakuan nggak bener lainnya.” Yah, memang benar, tapi itu hanya berlaku kepada anak sekolah yang tidak benar-benar mamahami maksud sekolah sebenarnya, karena sekolah itu seberanya dimaksudkan bukan sekedar untuk membuat orang-orang menjadi pintar saja, tetapi juga membuat orang berkepribadian yang baik juga.

Sekarang kalau kita sudah sekolah dan sudah berteman atau bergaul dengan orang-orang pintar, tetapi punya perilaku atau kepribadian yang tidak baik, maka jika kita dicap jelek ya itu salah kita. Kenapa salah kita? Iya dong, karena sebenarnya kita sudah didesain untuk menjadi orang yang berkepribadian baik dengan cara  diletakkan di sekolah yang dihuni orang-orang pintar dan orang-orang yang mempunyai mental sopan dalam kepribadiannya tetapi dengan cara pikir kita sendiri kita merubah desain itu. Dan akhirnya, orang akan memberikan nilai kepada kita hanya berdasarkan dari apa yang kita perbuat dan kadang berdasarkan kata-kata seperti apa yang sering kita keluarkan, karena orang bisa tau apa isi dalam teko hanya dari sedikit air yang keluar dari mulut teko itu tadi. Jadi, kalau memang kita sudah bersekolah dengan benar tapi belum cerdas-cerdas benar, maka berkepribadian yang sopan dan santun dalam ucapan sudah cukup untuk memberitahukan kepada orang bahwa kita layak mendapatkan nilai yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan mereka yang sudah bersekolah dengan benar dan sudah berhasil menikmati kecerdasan yang memang layak mereka dapatkan.

TUHAN memberkati..

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: