Hidup Berkonsep


Pada awal Semester Satu dulu di Kampus ada mata kuliah Pengantar Manajemen, entah kenapa dan kenapa jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi kok ada Pengantar Manajemennya. Tapi ya sudahlah, karena yang menarik di sini bukan Pengantar Manajemennya, tetapi selingan-selingan di tengah kuliah yang dibuat oleh pak dosen. Setelah menerangkan beberapa materi pak dosen pun bertanya kepada setiap mahasiswa, “Nantinya kamu ingin menjadi apa? Emm.. cita-cita kalian setelah lulus kuliah apa gitu deh biar gampang!!” Pertanyaan itu ditanyakan kepada setiap mahasiswa tanpa terkecuali. Ada yang jawab ingin kerja di perusahaan asing, ada yang ingin jadi kepala bagian Departemen IT di suatu perusahaan, ada yang ingin jadi Programing, ada yang ingin jadi pembuat game-game on line, ada yang ingin jadi orang sukses di bidangnya, dan lain sebagainya.

Setelah mendengar semua jawaban mahasiswanya, pak dosen manggut-manggut dan tersenyum. “Semua cita-cita kalian hebat, dan yang pasti kalian ingin menjadi orang yang sukses bukan?” tanya pak dosen. “Iya pak!!” Jawab kita bersama-sama. Pak dosen tanya lagi : “Okey, kalau kalian meng-iyakan hal itu maka apakah kalian sudah punya konsep untuk mendapatkan apa yang kalian cita-citakan? Kemudian pak dosen lanjut lagi : “Buat saya, sukses itu adalah ketika kita mampu mencapai suatu target yang kita buat sendiri atau dipercayakan kepada kita. Misalnya begini, saya tuliskan konsep saya bahwa empat tahun kedepan saya harus sudah jadi Sarjana, dua tahun kemudian saya sudah mendapat gelar Magister sekaligus menjadi Manager di suatu perusahaan dan satu tahun kedepannya saya sudah harus jedi General Manager. Nah.. konsep itu saya tulis agak besar dan saya tempel di dinding kamar supaya setiap saat saya bisa membacanya, karena buat saya sukses adalah mampu mencapai apa yang kita targetkan maka tulisan yang saya sebut konsep dan saya tempel di dinding kamar itu akan terbaca terus dan secara tidak langsung akan terus memotivasi saya supaya saya melakukan hal-hal yang mendukung agar target saya terpenuhi dan sukses pun saya raih.”

Akhirnya kuliah selesai dan aku mendapat pelajaran baru yang tidak masuk ke dalam mata kuliah tapi berguna jika pelajaran itu mau dimasukkan di dalam kehidupan. Ketika pulang dan karena waktu itu naik Busway jadi bisa duduk santai di kursi paling belakang sambil kembali mikirin kata-kata pak dosen tadi. Beberapa saat kemudian aku teringat kataku sendiri yang waktu itu ku katakan kepada teman SMA ku saat menjelang kelulusan. Aku di tanya sama temanku, “Habis lulus mau ngapain bro?” Dan aku menjawab, “Belum begitu pasti sih bro, yang penting move on deh, karena 5 tahun lagi paling tidak aku udah harus jadi orang yang AGAK sukses lah” Waktu itu kubilang agak sukses karena menurutku itu target yang realistis, dalam pikiranku waktu itu 5 tahun lagi aku minimal sudah bisa mencukupi kebutuhanku sendiri sukur-sukur bisa sedikit membantu mencukupi kebutuhan orang-orang di sekitarku.

Aku lulus SMA tahun 2006 dan sekarang sudah tahun 2011, berarti genap sudah saat ini 5 tahun tepat setelah aku berkata tentang mini konsep hidupku kepada teman SMA ku itu. Dan apa yang terjadi saat ini, ya menurutku masih belum memuaskan. Karena target yang sudah terkonsep itu tadi belum sempurna benar terrealisasi. Dan setelah di review ternyata kenapa belum sempurna benar itu ya karena aku sendiri, mungkin kurang gigih usahanya, mungkin ada kendala yang tidak bisa dipecahkan, mungkin juga ada faktor malas atau faktor lain yang membuatnya terhambat, berarti kalau begitu sekarang harus ada pergerakan-pergerakan yang perlu lebih dilakukan agar target bisa sempurna terrealisasi. Setelah sampai di Terminal Pulogadung aku turun dari Busway dan bicara dalam hati, “Berarti benar memang bahwa kita perlu hidup berkonsep, karena dengan konsep kita bisa merencanakan capaian-capaian apa yang kita mau. Dan dengan konsep maka hidup akan teratur, karena apa yang kita targetkan sudah rapi terkonsep.” Misalnya, kita punya konsep satu tahun kedepan kita harus sudah punya mobil, nah.. karena sudah ada konsepnya maka setelah satu tahun kita bisa me-review konsep itu tadi, sudah bisa kita beli atau belum mobil yang kita targetkan itu tadi? Kalau belum bisa maka apa kendalanya, dan pikirkan apa yang harus segera dilakukan agar hal itu tidak mengganggu konsep-konsep hidup berikutnya.

TUHAN memberkati…!!

About bayyudwisusanto


3 responses to “Hidup Berkonsep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: