Iman Itu Penting Dan Logika Juga Amat Perlu


Pada suatu kesempatan bos Apple Inc – Steve Jobs berbincang dengan presiden minuman bersoda “Pepsi” – John Sculley, Steve bilang kepada presiden Pepsi itu : “Apakah kamu mau menjual minuman yang dicampur gula dan berkarbon itu seumur hidupmu, atau maukah kamu mengubah dunia? Perkataan Steve itu akhirnya membuat John Sculley yang tadinya presiden Pepsi memutuskan untuk meninggalkan Pepsi dan bergabung dengan Apple Inc pada tahun 1983. Steve Jobs berkata bahwa dia akan mengajak presiden Pepsi tersebut untuk mengubah dunia, hal ini jelas bahwa Steve Job mempunyai keyakinan atau yang biasa disebut Iman yang begitu besar. Karena kalau dia tidak mempunyai iman atau keyakinan yang besar maka dia tidak akan berani mengatakan hal tersebut terlebih kepada presiden minuman berkarbon yang kita tau begitu terkenal itu. Dan kita juga tau bahwa Steve Jobs adalah salah satu seorang jenius yang dimiliki Amerika. Karena pemikiran-pemikirannya lahirlah gadgetgadget yang begitu digandrungi manusia di dunia ini, seperti Machintosh, iPod, iPhone, dan iPad, nah.. siapa yang tidak mengenal barang-barang itu? Jadi bisa disimpulkan bahwa Steve Jobs tidak hanya asal bunyi atau dalam bahasa gaul disebut asbun, karena dia bisa membuktikan kata-katanya. Steve Jobs berhasil mengubah cara manusia dalam melihat dunia dengan barang-barang ciptaannya. Dengan iman Steve Jobs berkata bahwa dia akan merubah dunia dan dengan logika-logikanya dia mewujud-nyatakan perkataannya. Steve Jobs mempunyai iman yang begitu besar sehingga dia mempunya keyakinan yang dia tuangkan dalam mimpi-mimpinya dan dengan logika-logika pemikirannya yang begitu luar biasa akhirnya dia pun berhasil merubah dunia.

Dari cerita Steve Jobs di atas kita bisa tau bahwa kita perlu iman tetapi kita juga memerlukan logika. Kalau hanya iman saja ya mau sampai kapan kita hanya beriman dan tidak ada tindakan-tindakan untuk mendukung iman kita tersebut. Misalnya, kita percaya atau beriman kepada TUHAN dan kita yakin bahwa TUHAN akan membuat kita masuk ke surga. Apa iya cukup dengan beriman seperti itu TUHAN mau membuat kita masuk surga? Jawabannya belum tentu. Karena begini, kita percaya kepada TUHAN dan percaya TUHAN akan membuat kita masuk surga tetapi kelakuan kita tidak mendukung keyakinan kita itu, dalam keseharian kita mencela orang, kita tidak mau membagi sedikit dari yang kita miliki kepada pengamen-pengamen kecil yang suka di jalan-jalan. Nah.. dengan keseharian yang seperti itu apa masih pantas kita minta agar TUHAN memasukkan kita ke surga? Orang diajak beribadah saja masih bilang “Ah, gue nggak ibadah dulu kali ini. Hati gue lagi nggak enak, gue lagi benci sama seseorang nih, jadi kan percuma gue ibadah tapi hati gue masih ada benci..!!” Alasan yang cukup menarik ini, tapi kan yang dibenci itu adalah seseorang dan dia masih sebatas manusia, jadi kenapa TUHAN yang ikut-ikutan dijadikan korbannya? Ibadah kan buat TUHAN bukan buat manusia, jadi kenapa hal yang akan kita tujukan kepada TUHAN terhalang hanya karena rasa benci kita kepada manusia? Dengan hal yang demikian apa iya masih pantas kita minta surga kepada TUHAN? Kalau dipikir secara logika kan tidak mungkin kita boleh masuk surga karena perbuatan dalam keseharian kita semacam itu.

Ada dalam kasus lain seperti ini, seorang bapak ingin membangun tempat ibadah, setelah dihitung dan diprediksi maka kira-kira sampai selesai bangunan itu akan menghabiskan dana sebesar lima ratus juta rupiah dan bangunan akan selesai dalam waktu 6 bulan. Setelah prediksi biaya dan waktu dapat disimpulkan maka kemudian Bapak itu tadi mempunyai keyakinan bahwa bangunan itu kan untuk tempat beribadah maka pasti selesai tepat waktu dan biaya yang harus dicari pasti dapat. Tapi, apa iya cukup dengan keyakinan seperti itu? Apa iya hanya karena bangunan itu akan dijadikan tempat ibadah lalu TUHAN lempar uang lima ratus juta kepangkuan si bapak tadi? Kalau benar TUHAN lempar uangnya langsung, apakah tidak malah si bapak itu pingsan? Tidak bisa dimengerti dengan akal sehat kan hal seperti itu? Nah maka dari itu, setelah kita mempunyai iman maka hal berikutnya adalah berlogika. Kita mulai mengumpulkan dana dengan cara bekerja lebih rajin, membuat proposal untuk mencari bantuan dana, atau bahkan mau mencari sponsor yang mau mendanani bangunan yang akan kita bangun itu tadi. Jadi dengan demikian maka hal yang harus kita lakukan adalah membuat keyakinan atau iman dan logika itu berjalan bersama, supaya hasilnya maksimal. Berjalannya bersama iman dan logika itu bisa dipakai juga dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan hal-hal yang lain. Karena dalam segala hal kita pasti membutuhkan iman dan juga logika untuk mewujud-nyatakan hal yang kita inginkan. Iman itu penting dan logika juga amat perlu, bila keduanya bisa berjalan bersama-sama terus maka ketika nanti keduanya sampai disuatu titik tertentu, kita pun bisa memindahkan gunung.

TUHAN memberkati..!!

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: