Mari Jemput Sukses Itu..!!


Aku selalu terngiang dengan tulisan Pak Prasetya M. Brata yang mengatakan “TUHAN yang merencanakan dan manusia yang menentukan”. Sebelum aku baca note nya, aku sudah pernah baca di update statusnya beliau. Aku bisa paham apa yang Pak Pras maksudkan, tapi setelah aku mengatakan hal itu ke beberapa temanku mereka ada yang paham maksudnya langsung, ada yang masih bingung,  dan ada yang cenderung ngeyel. Akhirnya yang bingung dan ngeyel kuberi contoh : “Mana ada TUHAN merancangkan agar manusia menjadi penjahat? Tapi dalam kenyataanya dengan berbagai alasan mereka maka manusia itu berbuat kejahatan yang mengakibatkan mereka dipenjara”. Berarti itu pure kesalahan si manusia yang telah memilih untuk menjadi penjahat, padahal TUHAN tidak pernah merancangkan agar manusia menjadi penjahat. Karena masih agak bingung, kemudian kutambah contoh untuk mereka dan kali ini kukutipkan tulisan Pak Pras :  “Kalau kamu lahir dalam keadaan miskin itu takdir, karena kamu lahir dari orang tua yang saat itu dalam keadaan miskin. Kamu tidak dapat memilih lahir dari taipan kaya di negeri ini. Tapi kalau kamu mati dalam keadaan miskin, itu adalah nasib, karena kamu telah membiarkan hidupmu miskin terus sampai mati, padahal kamu sudah diberi sumber daya internal dan eksternal sedemikian rupa oleh TUHAN yang dapat membuat kamu kaya.” Nah.. malah makin bingung mereka jadinya. Kemudian kutambah : “Simple nya begini, sebenarnya TUHAN tidak pernah mau melihat atau bahkan merancangkan agar kita menderita, miskin, kekurangan, atau apapun itu yang tidak mengenakkan. TUHAN telah menyediakan berbagai sumber daya alam dan talenta untuk kita, tapi dimanfaatkan atau tidaknya terserah kita. Bisa dibilang kitalah eksekutornya, mau dibikin agar kita menjadi orang sukses dengan sumber daya alam disekitar kita dan talenta yang diberikan kepada kita, atau menjadi orang yang kekurangan selamanya, itu tergantung kita sendiri.”

Dengan cerita di atas harusnya kita sudah paham dong apa yang dimaksudkan oleh statment itu? Kalau belum ya coba dibaca sekali lagi pelan-pelan, dan dipahami maksudnya. Okey, kita orang-orang muda terkadang cuma melamun “Wahseandainya gue bisa bikin ini, t’rus gue patenkan, nanti gue dapat hak paten, dan uang gue bakal banyak.” Nah.. hebat sekali bukan, lamunan itu? Tapi itu akan sia-sia kalau-kalau cuma mentok dipikiran atau lamunan dan tidak ada pergerakan atau aksi-aksi yang kongrit untuk mewujud-nyatakan lamunan itu. Hal itu sama dengan pernyataan : “Aduh.. kapan ya jodoh gue dateng? Masa’ gue gak dapet-dapet pacar?” Ya kalau cuma odah-aduh saja ya mau menunggu sampai kapan? Ilustrasinya begini, “Ada pohon mangga yang lumayan tinggi dan buahnya sudah banyak mulai matang-matang. Kita dan banyak orang lainnya yang ingin memakan mangga matang itu menungguinya sepanjang hari dibawah pohon. Okeeey.. TUHAN pasti membuat mangga itu jatuh dari pohonnya, tapi apa yang akan terjadi kalau mangga itu jatuh? Pasti kita semua akan berebutan, untung kalau kita yang dapat, nah kalau orang lain yang dapat itu kan berarti kita harus menunggu lagi, mau sampai kapan menunggu? Beda hasil akhirnya kalau kita mau berusaha memanjat pohon itu, kita pasti lebih cepat mendapatkan mangga yang kita inginkan dari pada oerang lain. Atau berusaha mencari kayu terus dipasangi jaring untuk kemudian dipakai untuk memetik mangga yang kita inginkan.”

Jadi kesimpulannya adalah, kita dituntut untuk melakukan sebuah aksi supaya apa yang kita inginkan cepat kita dapatkan. Memang.. kita dilahirkan dari orang tua yang saat itu sedang dalam keadaan kurang, tapi pada dasarnya TUHAN tidak merancangkan kita kekurangan. Maka dari itu TUHAN sudah menyediakan alam dengan berbagai hal yang bisa kita manfaatkan untuk membuat kita yang tadinya kekurangan bisa kecukupan bahkan diberi kelebihan. Tapi kecukupan itu tidak akan berpihak kepada kita kalau kita hanya berdiam, tertidur dan bermimpi tanpa ada tindankan yang nyata. Kalau dibilang : “TUHAN kan tidak merancangkan kita untuk kekurangan, berarti TUHAN sudah menjamin kita semua bakalan sukses dong? Jadi tidak usah bergerak pun kita sudah bakalan sukses!!” Oke kalau kita pakai rumus itu berarti kembali ke kitanya, kapan kita mau mendapatkan sukses itu? Mau cepat dapat atau mau menunggu dan menunggu?  Sama seperti ilustrasi mangga dan kapan kita mendapatkan mangga yang kita inginkan itu tadi kan, kalau kita mau sedikit berusaha kan pasti kita mendapatkannya lebih cepat dari pada yang lain dan tanpa harus berebutan dengan penunggu yang lain.

Orang bijak bilang : “TUHAN itu adil, DIA ciptakan malam agar kita bisa tidur dan merangkai mimpi-mimpi. TUHAN itu adil, DIA ciptakan esok hari agar kita bisa mempresentasikan mimpi-mimpi itu tadi..!!” Jadi jangan cuma kita bermimpi atau hanya melamun, tapi mari kita bagun untuk menjemput sukses itu dan jangan hanya menuggu dan menunggu. Beruntung kalau kita diberi umur panjang, nah kalau tidak? Dan bisa jadi kalau kita mendapatkan sukses itu dengan cepat, kita bisa membantu yang lain untuk mempercepat datangnya sukses mereka. Minimal kita bisa membantu mereka dengan cara mereka mencontoh apa yang sudah kita perbuat untuk datangnya kesuksesa-kesuksesan itu.

GOD be with you..!!

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: