Suatu Cinta Akan Berubah Rasa Apabila Ada Cinta Lain Yang Memaksanya Untuk Berubah


Kita tahu batu bata, batu yang warnanya orange, bentuknya persegi panjang, batu kering yang biasanya sebagai bahan bangunan ini akan berubah bentuknya dari yang persegi panjang menjadi kotak atau bahkan bentuknya menjadi berkeping-keping apabila ada sabuah palu yang dihantamkan kepadanya. Dari kalimat tadi dapat diambil satu kesimpulan bahwa suatu benda akan berubah bentuk apabila ada benda lain yang memaksanya berubah. Batu bata dengan bentuk persegi panjang itu tadi berubah bentuk menjadi persegi atau bahkan berkeping-keping karena ada sebuah palu yang memaksanya untuk berubah bentuk. Hal itu tidak hanya terjadi kepada benda, hal itu juga bisa terjadi kepada kebiasaan, perilaku, rutinitas dan bahkan perasaan pun bisa seperti itu, tidak menutup kemungkinan juga perasaan yang lebih mendalam atau dalam bahasa galaunya dibilang rasa cinta.

Beberapa waktu lalu aku sudah share bagaimana cinta kita harusnya bersikap. Di dalamnya diceritakan kesetiaan perasaan, sikapnya cinta ketika harus ada pesaing lain, dan kesabaran yang ternyata buahnya manis dan tidak berduri. Di sharing waktu itu juga kuceritakan bagaimana akhirnya aku memperoleh upah atas sikap-sikap yang kulakukan selama penantianku meski dengan berbagai macam cerita di dalamnya. Okey, seneng dong akhirnya kudapatkan apa yang kupengenin, tapi akhir dari ceritanya tidak begitu enak. Cerita itu berakhir dengan sebuah keputusan yang menurutku itu sepihak, tapi well… aku menerimanya meski sedikit berat. Usut punya usut, ternyata dia ini sudah punya ketertarikan dengan yang lain dan akhirnya memtusukan untuk menyudahi hubungan itu denganku. Sempat mau berontak tapi pertama kutanya pada diriku dulu, kenapa dia bisa sampai tertarik sama yang lain? Dan ternyata memang wajar, karena beberapa waktu kebelakang aku sudah kurang perhatian, kurang komunikasi, dan kurang intenslah, itu disebabkan karena aku sibuk dengan teman-teman baruku. Oleh karena hal-hal itulah akhirnya rasa cinta dariku yang selama hubungan itu berlangsung berubah rasanya karena ada cinta lain yang memaksanya untuk berubah. Apapun alasannya, aku pun ikut andil dalam berubahnya rasa itu tadi, dan akhirnya kuterima semua keputusan itu.

Cerita di atas terjadi ketika aku masih kelas 1 SMA, sampai naik ke kelas 2 pun aku juga belum punya niat untuk punya satu ikatan lagi, ya kalau cuma dekat sih ada beberapa. Tidak tau kenapa bisa seperti itu, entah karena masih terbayang dengan cinta yang lama atau memang masih malas kalau-kalau nanti harus ber-ending seperti sebelumnya. Suatu ketika aku lihat di wall facebook temenku fakta golongan darah A, isinya bla.. bla.. bla... Karena golongan darahku O ku googlinglah fakta golongan darah O, dan disitu nampak tulisan yang mengatakan orang bergolongan darah O biasanya memikirkan matang-matang terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan, atau sudah mendapatkan sinyal positif terlebih dahulu sebelum dia mengeksekusi sesuatu, dan yang paling mencengangkan buatku disitu juga ditulis orang yang bergolongan darah O sulit untuk menetapkan rasa cintanya tetapi jika sudah menetap di satu hati maka tidak mudah untuk rasa itu berpindah. Pantas saja kenapa aku bingung waktu itu dengan perasaanku sendiri, ternyata golongan darahku O, dan fakta si golongan darah O ya itu tadi🙂.

Naik ke kelas 3, aku bilang sama diriku, sudahi rasa yang lama dan sudah waktunya rasa baru itu datang. Sebenarnya rasa yang lama itu sudah hilang sedikit-sedikit seiring berjalannya waktu, tapi bayangan-bayangan kegagalan itu yang masih menggelayutinya. Dengan rumus suatu cinta akan berubah rasa apabila ada cinta lain yang memaksanya untuk berubah maka kemudian aku memutuskan untuk mulai melakukan pendekatan. Setelah beberapa waktu melakukan pendekatan dan aku sudah mulai menemukan titik terang barulah aku melakukan eksekusi dan benar ternyata dia mau menerimaku dan mulai saat itulah halaman baru mulai terbuka dan dialah yang sudah memaksa rasa cintaku yang lama untuk berubah menjadi rasa cinta yang baru🙂. Karena aku tidak mau termakan dengan rumusku sendiri, maka kucoba menjaga rasa itu sebagaimana mungkin kubisa menjaganya. Tidak mau aku melakukan kesalahan yang kulakukan waktu dulu. Jarak, kalau menuruti emosi jarak memang sangat mengganggu hubungan, tapi kalau menuruti hati maka jarak tidak akan sebanding dengan rasa yang selama ini kita ikat dan satukan. Karena kedekatan ikatan itulah intinya, meskipun jauh kalau kita mau untuk ter-ikat maka keduanya akan terus berusaha untuk saling mendekat. Komunikasi yang sesering mungkin akan mematahkan dalil bahwa jarak akan cenderung memperkeruh suatu hubungan, meskipun itu sekedar sms tapi kalau kita mau saling berkabar atau sekedar bermain tebak-tebakan melalui sms itu akan membuat kita serasa dekat. Ada beberapa teman yang meski mereka tidak terpisah jarak yang jauh, mereka bisa ketemu semau mereka tapi cukup mudah untuk hubungan mereka berakhir, kenapa bisa mudah berakhir hubungan itu mungkin bisa dari cara mereka masing-masing dalam menjaga rasa yang sudah mereka tanam. Marah boleh, tapi tempatkan marah itu di waktu yang tepat dan dalam kadar yang sewajarnya, protective boleh tapi jangan sampai pasangan kita merasa seperti nara pidana yang boleh ketemu orang lain kalau dapat ijin. Karena sebenarnya, marah dan protective yang sewajarnya adalah bentuk lain dari rasa perhatian kita. Kalau kita tidak pernah marah atau protective sama saja kita membiarkan pasangan kita berbuat apa yang dia mau dan kita tidak mau tahu apa saja yang dia lakukan, kalau begitu kita tidak punya perhatian ke dia dan bagaimana bisa dibilang sayang? Buat yang sampai sekarang masih mempunyai hubungan, jaga rasa cinta itu jangan sampai ada cinta lain yang memaksanya untuk berubah rasa.

TUHAN memberkati..!!!

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: