STRES Rasa Enak


Siapa coba yang belum pernah ngerasain stres? Kalau mau jujur pasti kita semua sudah merasakan hal itu, karena banyak sekali hal yang bisa memicu datangnya stres. Bisa dipicu karena sekolah, kuliah, ujian, kerjaan, rekan kerja, keluarga, temen-temen, bahkan pacar pun bisa jadi pemicunya kadang-kadang. Beberapa tahun yang lalu aku pernah merasakan gimana tertekannya dalam pekerjaan, udah kerja dari pagi, udah sore belum boleh pulang, masih juga dimarah-marah. Al hasil ya stres lah jadinya, langsung saja tanpa ragu kutendang papan pembatas yang terbuat dari triplek, jegggeerrrrr!!!!!!!!! Sobeklah papan pembatas itu, aku tau kalau sobek setelah emosi karena stres ku mereda.  Sedikit menyesal sih, kenapa juga kutendang, karena kalau ketauan aku juga nanti yang dimarahi.

Okey.. itu beberapa tahun yang lalu men..!! Belajar dari pengalaman, akhirnya sekarang kurubah cara pengimplementasian stresku. Kalau dulu cenderung dibawa ke arah emosi, sekarang cenderung ku ajak ke arah yang lumayan menyenangkan menurutku, yaitu makan makanan yang paling ku pengenin. Misalnya seperti waktu itu lagi stres t’rus pengen kebab yang pada saat itu baru-barunya ada, aku beli bukannya yang kecil dulu tapi karena kalau sters pengennya makan ya kubelilah langsung yang besar. Entah karena perut orang kampung atau apa gitu yah, tapi baru dua kali gigitan perutku langsung kontradiksi, perut rasanya bergelora, ya sudah.. kebab dibuang dan ujung-ujungnya makan nasi uduk ayam pecel, nggak papa.. yang penting perut kenyang stres ilang. Tidak cuma makan, kadang aku juga suka jalan sendiri naik motor muter-muter cuma buat ngilangin stres dan penat. Atau bisa juga kaya’ kemarin, udah bangun kesiangan dan telat ngampus yang berakhir dengan tidak masuk kelas sekalian ditambah ada kerjaan yang belum beres, beehhh… males abeesss!!! Akhirnya ada temen yang bilang “Udahlah bay, kelarin kerjaan tr’us kirim via e-mail, kemudian kita nonton biar stres lo ilang” dan akhirnya kuturuti saran temenku. Kerjaan beres, di kirim lewat e-mail beres, dan sudah diterima, saatnya kita jalan. Kita sepakat nonton Get Married 3, sebelum masuk kita sepakat “kalau nanti di dalam kita ketawa ya ketawa aja, nggak usah ja’im atau ditahan!!” Dan memang bener, itu film kocaknya astajiiimm.. kocak banget. Orang satu theater itu bisa tertawa semua bareng, mirip paduan suara aja. Selesai nonton pas mau pulang temen-temen ngajakin makan dulu, okelah.. kita makan di rumah makan sebelah bioskop. Dan ternyata ada yang habis lulus sidang skripsi traktir kita makan malam itu, widih.. saaddaapp..!! Waktu udah semakin malah dan stres juga sudah hilang akhirnya hang out harus dibubarkan, karena mereka semua rumahnya di Jakarta dan cuma aku yang harus pulang ke Bekasi, akhirnya kita berpisah di Halte Busway “Slipi-Kemanggisan”. Hemmm.. tengkiyu for everything’s ya temen-temen..!!🙂

Yah.. beruntungnya aku bukan perokok dan bukan pemabuk apalagi penikmat narkoba, jadi ketika stres atau frustasi sama sekali aku tidak menghampiri hal-hal itu. Dan temen-temen ku pun tidak mempengaruhiku agar aku terjerumus ke dalam tindakan yang ujungnya akan merugikan diriku sendiri. Memang dasarnya aku bener-bener komitmen untuk tidak bersahabat dengan rokok, miras, dan narkoba, ditambah temen-temen yang tipikalnya bukan penjerumus, jadi aku aman. Aku nggak habis pikir gitu yah.. sama temen-temen lain yang mereka ketika stres atau frustasi malah ngumpul t’rus merokok, agak lama sedikit mulai miras di minum, kurang mantep t’rus narkoba ditenggak. Meskipun sedikit aku dulu juga pernah nyoba merokok, dan cicip-cicip miras, dan ternyata merokok itu rasanya dimulut kalau orang jawa bilang tu rasanya getar, dan itu nggak enak. Minuman keras juga gitu, rasanya tu nggak manis tapi pahit. Bayangin aja, yang 0% alkoho0l aja udah pahit, gimana yang 3 atau 5 % coba? Kulit yang luka aja dikasih alkohol perihnya minta ampun, bagaimana kalau alkohol itu masuk perut coba? Beehh.. nggak kebayang deh rasanya dalam perut kaya gimana. Kalau narkoba rasanya apa aku belum tau, karena aku belum pernah mencobanya dan sumpah demi apapun kalau boleh aku tidak akan pernah mencobanya.

Buat temen-temen yang nantinya kalau stres atau frustasi larinya ke rokok, miras, dan narkoba, mungkin boleh dipikirkan lagi deh sekarang sewaktu stres atau frustasi belum datang, apa sih untungnya kalian seperti itu? Apakah kalian puas dengan melakukan hal itu, tapi apa kalian tidak memikirkan efek bagi tubuh kalian? Menurut emosi mungkin hal-hal itu enak, tapi kalau bisa bicara maka tubuh kalian pasti akan memaki kalian, karena memang hal-hal itu justru menyiksa tubuh. Kenapa kalau lagi stres nggak coba makan, makan kalau kenyang kan ya udah berhenti makannya, stres ilang perutpun kenyang. Atau nonton ke bioskop, stres ilang tambah dapat pengalaman nonton film baru. Atau ya sekedar muter-muter komplek buat menghilangkan kejenuhan. Menurutku stres rasa enak ya itu tadi, ya.. makan, nonton, atau sekedar muter-muter komplek. Bukannya malah merokok, mabok, atau teler karena narkoba. Sama-sama ngeluarin uangnya ya kan, kenapa tidak memilih menghilangkan stres dengan cara yang enak aja?

GODBLESSYOU

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: