Rasa Dititipi atau Rasa Memiliki?


Beberapa waktu yang lalu ketika aku ada dalam bis antar kota saat perjalanan mudikku di bangku depan tempatku duduk ada pasangan muda yang sudah mempunyai seorang anak, anak itu kira-kira berumur 1 tahun dengan orang tua yang masih sangat muda. Heran sih, kenapa ya semuda itu kok ya sudah punya anak, apa iya dengan umur semuda itu si anak mendapatkan semua yang dia butuhkan? Seperti perhatian, kehidupan yang layak, dan kebutuhan-kebutuhan masa pertumbuhannya. Beruntung… kalau si orangtua anak itu sudah mempunyai penghasilan yang cukup bahkan lebih, atau dari keturunan yang sudah tidak usah diragukan lagi hartanya. Tapi kalau keadaannya tidak mencukupi apa jadinya si anak itu nanti?

Kebanyakan orang tua pasti punya keinginan anaknya nanti harus lebih baik dari pada orang tuanya, baik segi keadaan, segi ekonomi, segi pedidikan, dan segi kelayakan hidupnya. Tapi kalau pernikahan mereka tidak direncanakan dengan matang, apa iya mereka punya konsep hidup rumah tangga yang bagus? Kasihan anak-anaknya dong kalau rumah tangga orangtuanya acakadut, bagaimana mau mengurusi kelayakan hidup anaknya kalau ngurusin rumah tangganya sendiri masih acak-acakan? Sebuah rumah tangga pasti diawali dengan pernikahan yang sah, dan pernikahan yang sah pasti diawali dengan perencanaan yang matang. Hal itu dilakukan demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis dan kehidupan si anak yang sebagaimana harusnya.

Pernikahan yang diawali dengan sebuah kejadian yang tidak diinginkan pasti dampaknya tidak baik untuk kelangsungan rumah tangganya, dan efeknya pasti ke anaknya. Mungkin hal-hal seperti itu yang membuat kasus penelantaran anak semakin banyak. Anak-anak ditelantarkan lantaran orang tuanya sibuk mengurusi dunianya, karena disaat orang tuanya masih ingin main dengan teman-temannya disaat itu pula si anak sedang gencar-gencarnya membutuhkan perhatian, hasilnya si anak kehilangan 50% haknya. Kalau mereka sudah besar mungkin mereka akan mencari perhatian di tempat lain, tapi kalau mereka masih bayi atau berusia di bawah 3 tahun,  mau nyari kemana mereka? Orang bijak bilang “Anak itu titipan TUHAN”, nah.. mungkin karena anak itu cuma titipan maka seenek udel orang tuanya dalam memperlakukannya dan karena hanya titipan maka seperti itu yang mereka lalukan. Beda dengan kalau itu kepunyaan mereka sendiri, kalau punya sendiri pasti disayang-sayang setengah mati. Kalau begitu berarti hal yang sekarang dibutuhkan adalah rasa memiliki, bukan rasa dititipi. Tidak hanya untuk yang menikah karena kejadian yang memaksanya menikah, tetapi yang menikah dengan perencanaan yang matang pun perlu punya rasa memiliki itu juga, supaya apa yang sudah TUHAN ijinkan untuk boleh hadir di tengah rumah tangganya bisa mendapatkan haknya 100% tanpa harus terbagi dengan kepentingan-kepentingan penyenangan diri orang tuanya. Dengan rasa MEMILIKI itu dapat dipastikan si anak akan mendapat kehidupan yang layak, hak yang seharusnya, dan dapat dipastikan keadaannya akan jauh lebih bagus dibandingkan keadaan orang tuanya.

GOD be with you..

About bayyudwisusanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: