Kebiasaan Menjadikan Biasa Hal yang Sebenarnya Luar Biasa


Siapa dari kita yang menyimpan Jas Hujan di tumpukan pakaian yang disusun di dalam lemari? pasti tidak ada, jas hujan itu tempatnya di bagasi, di dalem jok motor, di cantolan garasi, di deket pager depan, ya di tempat-tempat seperti itulah tempatnya. Padahal kegunaan jas hujan itu nggak kalah hebat kalau musim hujan tiba, dia bisa melindungi tubuh kita dari air hujan, pakaian kita tidak akan basah kuyub jika kita harus nekat menerjang hujan karena dikejar jam kerja, nah sewaktu nonton bola dilapangan dan kondisinya gerimis kita pun bisa memanfaatkan jas hujan juga tho. Tapi seringkali kita memandangnya sebelah mata, sesuatu yang kegunaannya luar biasa di tempatkan di tempat yang biasa-biasa saja, nggak istimewa.

Okey, bicara soal sesuatu yang gunanya luar bisa tapi ditempatkan di tempat yang biasa-biasa saja, aku jadi teringat satu hal yang sebenarnya teramat penting tapi kenyataannya sudah mulai kuabaikan, hal itu adalah “BELAJAR”. Belajar dalam hal ini adalah belajar pelajaran sekolah, belajar pelajaran kuliah. Belajar yang harus menghafal atau membaca modul-modul, belajar mengerjakan soal, latihan-latihan soal, dan lain sebaginya. Terakhir aku mulai mau belajar adalah ketika aku mau Ujian Akhir Semester di semeter 2 perkuliahanku, waktu itu benar-benar aku masih mau menghafal catetan-catetan. Tapi di perkuliahan berikutnya dan di ujian-ujian selanjutnya aku sudah mulai malas lagi, karena jenis ujian berikutnya boleh open note atau juga boleh open book. Nah.. hal yang demikian semakin membuatku malas belajar, karena semua jawaban pasti sudah ada di buku modul atau catatan. Tapi hebatnya lagi, aku nggak buka buku aja tapi juga buka Notebook dengan alasan semua modul dan catatanku formatnya soft copy nggak ada yang hard copy. Dengan alasan demikian maka bolehlah aku buka Notebook, namanya juga akal-akal abunawas… setelah boleh buka Notebook bukannya buka modul yang soft copy nya itu tadi tapi aku malah buka Google dengan prediksi kalau menggunakan Google jawaban bisa cepat ditemukan.

Dengan kebiasaan yang seperti itu akhirnya aku jadi malas belajar lagi, sampai kemarin mulai hari selasa aku benar-benar harus belajar karena hari kamisnya aku harus mempresentasikan Laporan Kerja Praktek ku atau yang biasa disebut dengan istilah “Sidang KP”. Itu yang benar-benar membuatku bosan, jenuh, dan agak tertekan, karena kenapa? karena mau gak mau aku harus mau belajar, supaya presentasiku lancar dan baik. Aku harus berjuang melawan malasku, harus melakukan hal yang sudah lama kuanggap nggak begitu penting, dan hasilnya aku harus berulang-ulang menghafal karena aku sudah lama tidak menghafal-menghafal yang kaya’ gitu, padahal kalau sudah biasa maka sekali baca saja sudah hafal atau paling tidak tau maksud dari laporan itu. Ya.. seandainya aku mau menempatkan “Belajar” itu ditempat yang lebih prestisius dalam diriku maka aku tidak akan tersiksa hanya karena menghafal sebuah laporan yang kutulis sendiri.

Seperti itulah hasilnya, kalau-kalau suka merubah hal yang semestinya luar biasa menjadi hal yang dianggap biasa saja. Bukan hanya belajar, mungkin masih banyak lagi dari kita masing-masing yang masih suka menjadikan biasa hal-hal yang sebetulnya luar biasa, sepeti tidur tidak larut malam, makan tidak ditunda-tunda, atau mandi meski hari masih sore. Jas hujan pun bernasib demikian, barang yang sebenarnya luar biasa tapi tidak akan kita perhatikan jika hujan belum tiba. Well.. saatnya kita kembali belajar menghargai semua jenis hal sekarang, mungkin sudah telat, tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

TUHAN memberkati..!!

About bayyudwisusanto


2 responses to “Kebiasaan Menjadikan Biasa Hal yang Sebenarnya Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: