MEMBERI Tanpa Harus Hitung UNTUNG RUGI


Buat kita yang sering bepergian memanfaatkan angkutan kota, pastinya banyak sekali menemukan hal-hal yang mungkin buat kita kecil sederhana sepele tapi sarat arti. Naik Bus Kota misalnya, dari berkenalan dengan orang disebelah kita, melihat kejadian lucu aneh unik disepanjang jalan yang dilalui Bus Kota itu, sampai kejadian-kejadian unik lainnya yang bahkan terjadi di dalam Bus Kota itu sendiri.

Okey, di Minggu pagi ini saya mau share sedikit pengalaman ketika saya naik Bus Kota, tepatnya Bus Maya Sari Bakti P 64 jurusan Kali Deres – Pulo Gadung. Kurang lebih satu setengah  tahun yang lalu ketika itu saya pulang dari kampus (di daerah slipi-jakbar) saya naik Bus Kota tersebut dar Bundaran Slipi berniat mau transit di Pulo Gadung sebelum akhirnya lanjut ke Bekasi. Sepanjang jalur Slipi – Pulo Gadung banyak sekali dijumpai pedagang yang gilir ganti masuk ke Bus dengan berbagai produk yang mereka tawarkan. Tidak hanya pedagang, pengamenpun seraya bersahutan juga mencoba menjual suara mereka dari pengamen kelas setengah baya muda dan anak-anak. Ketika bus tiba di daerah Arion-Rawa Mangun, ada pengamen kecil bernyanyi dengan alat musik yang hanya botol minuman susu fermentasi yang diisi dengan beras. Lagu yang dia bawakan beda dengan pengamen-pengamen sebelumnya, dengan suara yang tidak begitu keras saya mencoba menyimak anak itu. Lama-lama saya kenal lagu itu, dan semakin lama tertangkaplah judulnya diotakku. Ya, lagu itu judulnya MUJIZAT ITU NYATA. Lagu yang sering kudengar di CD-CD atau dirumah-rumah temen yang notabennya Kristiani.

Sejenak saya berpikir, apa alasan anak kecil itu menyanyikan lagu yang notabennya itu tidak biasa dinyanyikan oleh pengamen-pengamen pada umumnya yang terkadang lebih suka menyanyikan lagu-lagu ber-genre dangdut koplo. Sebelum-sebelumnya juga sudah ada beberapa teman yang share juga tentang pengamen yang menyanyikan lagu-lagu rohani semacam itu, mereka bilang “ah, itu hanya pintar-pintar mereka memanfatkan situasi, mereka tau itu pasti sengaja dinyanyikan karena mereka beranggapan bahwa ketika orang Krsitiani mendengar pengamen dengan lagu-lagu semacam itu pasti akan diberi uang lebih”. Ya, tanggapan itu mungkin memang benar menurut ukurannya sendiri, tapi apa benar sama dengan tanggapan orang-orang kristiani lainnya?

setelah berlamun sambil mendengarkan sikecil menyanyi, dan akhirnya, thinkkk…!!!!! saya menemukan satu jawaban yang mungkin itu lebih bagus dari tanggapan teman saya tadi. Setelah saya beri uang dia, sayapun bergumam kepada diri saya sendiri. Ya, kalau yang dikatakan teman saya tadi benar, berarti tidak salah juga saya memberi uang yang lebih kepada si kecil pengamen itu tadi. Benar yang saya maksud di sini bukan benar memanfaatkan situasi tadi, tapi benar dalam dugaan mereka. Karena, jika memang benar-benar saya atau saudara yang notabennya Kristiani memberikan uang lebih kepada dia atau mereka yang mengamen dengan lagu-lagu Rohani Kristiani memberikan uang yang lebih, itu berarti prediksi atau dugaan mereka benar bahwa orang-orang kristiani itu akan memberikan lebih jika mereka menyanyikan lagu Rohani Kristiani dan kemudian pengamen-pengamen itu pasti berfikir, “Mereka yang manusia atau hamba-hambanya saja sudah begitu baik ketika kami hanya menyanyikan lagu Rohani. Bagaimana dengan Tuhan mereka? apa bukan malah Lebih Luar Biasa?”

weLL…, sahabat, dari cerita di atas saya mau memberi kesimpulan bahwa point of view yang kita lihat bukan seberapa untungnya ketika kita memberi sedikit, dan seberapa upah yang akan kita dapat setelah kita memberi banyak? tapi point of view yang saya ingin garis bawahi adalah apa yang akan mereka cari setelah kita memberikan sedikit lebih banyak dari yang orang lain berikan kepada mereka. Mereka tau untuk siapa lagu Rohani itu mereka tujukan, atau kita harusnya juga tau apa yang harus kita perbuat untuk hal itu. Jadi berilah, karena kitalah yang mereka tuju, dan hasilnya kita akan mendapatkan suatu pengalaman yang luar biasa. Memberi itu bukan soal untung rugi. Maka itu, berilah karena setelah memberi kita akan diberi LEBIH

TUHAN memberkati.

About bayyudwisusanto


4 responses to “MEMBERI Tanpa Harus Hitung UNTUNG RUGI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: