Memikirkan Dunia beLum tentu merubah dunia, tetapi dengan memikirkan diri kita bisa jadi Dunia akan ikut BERUBAH


Ada suatu cerita yg menarik ttng seorang anak yg berjalan di tepi sungai dan melihat seekor buaya terperangkap didalam jaring miliknya, buaya itu berkata ” Maukah kau mengasihani aku dan melepaskan aku, penampilanku memang jelek tapi itu bukan kesalahanku, kamu tahu aku memang diciptakan seperti itu, biar bagaimanapun penampilanku, aku memiliki hati seorang ibu, pagi ini aku berusaha mencari makan untuk anakku tapi aku malah terperangkap jaring ini ” kemudian anak itu berkata ” Hey buaya, jika aku melepaskanmu, kamu akan menangkapku dan membunuhku” Buaya itu bertanya ” Apakah menurutmu aku akan melakukan hal seperti itu pada orang yg sudah menolongku?”

Anak itupun terbujuk dan bersimpati pada buaya itu kemudian melepaskannya dari jaring itu, tidak berapa lama setelah terlepas buaya itu melompat dan kemudian menerkam anak itu dan menjepit kepala anak itu dirahangnya..
Anak itu begitu sedih dan marah ” Inikah yg kudapat dari perbuatan baikku?” Buaya itu berkata ” Sudalah jgn dipikirkan terlalu serius anakku, ini adalah aturan dunia, hukum kehidupan.”

Anak itu menyangkal buaya itu, sehingga buaya itu berkata ” Apakah km ingin menanyakan kepada pihak lain kalau kalau apa yg kukatakan itu salah?”
Kemudian anak itu melihat seekor burung yg hinggap didahan dan berkata ” Hai burung, apakah yg dikatakan buaya ini memang benar?”
Burung menjawab ” Itu memang benar,lihatlah aku beberapa waktu yg lalu aku pulang membawa makanan untuk anak2ku yg masih kecil dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seeokor ular berada di sarangku dan menelan anak2ku yg masih kecil dan menelannya satu persatu, aku terus menjerit dan berteriak tapi tidak ada gunanya, buaya itu memang benar itulah hukum kehidupan”

Buaya berkata ” Benarkan kataku, itulah hukum kehidupan” tapi anak itu meminta satu kesempatan lagi dan meilhat seekor kelinci yg sedang berlari di sekitar daerah itu dan bertanya padanya ” Hei kelinci, apakah yg dikatakan buaya ini memang benar?”
Kemudian kelinci itu duduk dgn tenang dan coba untuk berbicara dgn buaya ” Hei buaya, apakah kau berkata begitu pada anak itu?” Buaya menjawab ” Ya itu benar”
“Ok, kita harus mendiskusikan dahulu masalah ini, bagaimana menurutmu buaya?” kata kelinci , Buaya berkata ” Baiklah”
kelinci melanjutkan ” Tapi bagaimana kita akan mendiskusikan masalah ini kalau anak itu masih didalam mulutmu, lepaskanlah dia dulu, lalu kita duduk berdiskusi” , Buaya ” Cerdik sekali kau kelinci , pada saat aku melepaskan anak ini dia akan lari”, kelinci berkata ” Oo km tidak percaya diri ya, lihatlah dirimu yg besar dan kuat, kalau dia lari, dengan sekali kibasan ekormu dia akan terjatuh dan menderita”
“Baiklah kalau begitu cukup masuk akal ” kata buaya, lalu dia mulai melepaskan rahangnya dari kepala anak itu.
serentak kepala anak itu lepas kelinci secepat mungkin berteriak ” LARIII”
anak itu berlari secepat mungkin ke kampungnya dan memanggil begitu banyak orang untuk membunuh buaya itu dan membawa anjing kesayangannya..

Sekumpulan warga datang membawa senjata keras dan tajam kearah sungai, anjing kepunyaan anak itu pun berlari dgn cepatnya meninggal anak itu dan meilhat ada buaya dan kelinci di tepi sungai, dan secepat kilat langsung mengejar dan menerkam kelinci itu hingga mati..
Anak itu tiba dan menangis melihat kelinci penolongnya sudah mati dalam mulut anjing kesayangannya, Buaya itu berkata pada anak itu ” Benarkan kata2ku, kenapa kau menangis, ini adalah hukum dunia”

weLL.. dari cerita panjang di atas dapat di persimpLe bahwa apa yg terjadi di dunia dan terjadi pada beberapa orang memang betul sangatlah tidak adil dan membuat kita mendendam dan membenci..
Kalau kita mencari jawaban dari semua itu kita hanya menghabiskan begitu banyak waktu melihat ke masa lalu dan mencoba menerobos dalam pemikiran Tuhan yg Luar Biasa..
terkadang memang apa yg terjadi tidak adil tapi bukan disana point of viewnya, point of viewnya ada dan tidak ada didunia, dunia tetap akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai hukumnnya..

Dari cerita di atas juga kita dapat gambaran bahwa terkadang buat apa kita memikirkan dunia ini, karena memang dunia sudah di atur sedemikian hingga.. kenapa kutub utara ber-es? kenapa afrika panas se ada-adanya? semua sudah diatur menurut kebutuhannya, percuma saja kita memikirkan untuk menukar tempatnya karna itu tidak akan berpengaruh apa-apa dan karna memang suLit untuk diwujudkan..!! nah.. kenapa tidak kita pikirkan saja diri kita dulu? bagaimana cara kita Lebih maju dalam pemikiran, gimana caranya kita menjadi ceetah dan bukan kucing rumahan? karena ceetah mampu berlari mengejar apa yang dia mau, sedangkan kucing rumahan lebih senang menunggu dirumah dan diberi makan majikannya..!! Memikirkan Dunia beLum tentu bisa merubah Dunia, tetapi dengan memikirkan diri kita untuk berubah bisa jadi dunia ikut BERUBAH..!! jadiLah ceetah, bukan kucing rumahan..!!

densulife

About bayyudwisusanto


2 responses to “Memikirkan Dunia beLum tentu merubah dunia, tetapi dengan memikirkan diri kita bisa jadi Dunia akan ikut BERUBAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: