Waktu itu kira-kira aku semester 1 di sebuah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer. Sekolah Tinggi itu letaknya di Palmerah, kalau dari lampu merah Slipi posisinya sebelum Binus, namanya STMIK Widuri – Jakarta. Rumahku Bekasi, dan jarak dari rumah ke kampus kira-kira kalau naik Bus Kota 3 jam perjalanan berangkat, dan 2,5 jam perjalanan pulang. Jika naik motor cuma 1,5 jam berangkat dan 1 jam perjalanan pulang. Selain kuliah aku juga kerja, karena kuliah adalah keputusanku sendiri. Jadi ya harus aku juga yang seharusnya mencukupi semua kebutuhan kuliah, itulah kenapa aku sambil kerja.
Selama kerja dan kuliah bukan tanpa tekanan ternyata. Banyak sekali hal yang memancing untuk putus asa. Dari yang dimarahi sama bos, harus memilih utamakan kerja atau kuliah, sampai pulang kuliah sampai rumah jam 12-an malam pun pernah. Karena aku ambil jam malam, rumahku Bekasi dan start pulang dari Slipi jam setengah sepuluh malam.
Sampai rumah aku sering dengerin radio, jam-jam tengah malam program yang kusuka adalah programnya Smart FM Jakarta. Karena sebelum tutup siaran Smart FM Jakarta memutar semacam kata-kata inspirasi. Yang memberi kata-kata itu seperti Ayah Edy, Patricia Susanto, Bambang Syumanjaya, Arvan Pradiansyah, Prasetya M. Brata, Prie GS, dan kadang-kadang ada yang lain dan aku tidak hafal namanya. Yang paling kutunggu adalah kata-kata yang akan diungkapkan oleh Prasetya M. Brata. Karena Dari sejak pertama aku suka dengerin Smart FM Jakarta, kata-kata dari beliau yang bener-bener mengena di pikiranku. Apa yang dikatakan bukan semata-mata sebuah suruhan, tapi sebuah ajakan. Dan sasaran ajakannya langsung ke pikiran kita. Contohnya : “Dari pada pencuri meratapi penyebab dia ditangkap dan dipenjara, lebih baik dia memikirkan bagaimana caranya mencuri dan tidak akan pernah tertangkap.” dari pernyataan itu bisa disimpulkan bahwa dari pada menyesali lebih baik memperbaiki ataiu memikirkan cara-cara baru dan bukan hanya keterpurukan yang dipikirkan.
Setelah itu kemudian aku berkenalan dengan beliau melalui Facebook. Di Facebook kami komunikasi melalui message dan wall. Akhirnya aku diberi buku karangan beliau yang berjudul Provokasi. Dari buku itulah semakin aku mengerti bagaimana seharusnya kita berpikir. Semua perubahan akan terjadi kalau cara berpikir kita juga dirubah. Semua hal bermula dari pikiran. Sampai akhirnya aku menyimpulkan bahwa beliau bukan sekedar motivator, tapi juga pengajak bagaimana seharusnya kita berpikir. Dan julukannya pun adalah Mind Provocateur, karena benar-benar dia merubah cara berpikir.
Setelah membaca bukunya dan membaca statusnya di Facebook atau note-note nya di facebook, semakin aku terinspirasi untuk membuat tulisan-tulisan yang mencoba mengajak merubah cara berpikir atau bahkan menerobos paradigma-paradigma yang selama ini sudah berkembang di masyarakat umum. Tulisanku kutuangkan dalam blog ini, dan ku share juga di facebook ku.
Dengan membaca apa yang sudah beliau tulis, aku bisa bertahan menghadapi semua permasalahan yang kualami selama aku kuliah dan kerja. Banyak cara berpikirku yang berubah drastis. Banyak cara mengatasi frustasi dengan cara merubah cara berpikir. Cara-cara itu kudapat dari beliau.
Dengan dasar cara berpikir sekarang aku mulai menapak ke duniaku selanjutnya. Dunia dimana aku sudah lulus kuliah. Dunia dimana aku ingin mewujudkan keinginan ibuku. Tahun 2006 aku lulus SMA, sewaktu aku lulus aku punya keinginan bahwa 5 tahun setelah lulus aku harus jadi sesuatu, apapun itu. Dan sesuatu itu ternyata aku di tahun 2012 menjadi seorang sarjana. Dan keinginanku atau mimpiku setelah sarjana ini adalah 2015 aku sudah menjadi pria yang sudah siap di segala aspek, aspek rohani maupun aspek jasmani, aspek lahir maupun aspek batin. Ya.. aku sudah punya modal, aku punya cara berpikir, aku punya mimpi, dan aku sendiri yang akan menjadi penangkap mimpi itu.







